Panen Perdana Padi Hasilkan 7,9 Ton/Hektare

Kita menggunakan varietas Inpari dan Cegera. Dipanen perdana musim tanam tiga ini kita dapat menghasilkan 7,9 ton/hektare

Panen Perdana Padi Hasilkan 7,9 Ton/Hektare
TRIBUN KALTIM / NIKO RURU
Panen raya padi 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Menggunakan dua varietas padi unggulan bantuan dari Pemkab Malinau dibarengi dengan pendampingan PPL serta keseriusan petani dalam mengolah lahan pertaniannya, mengantarkan kesuksesan petani di Beluwon, Desa Malinau Kota. Bagaimana tidak, pada panen perdananya, kemarin, petani dapat menghasilkan sedikitnya 7,9 ton/hektare.

"Kita menggunakan varietas Inpari dan Cegera. Dipanen perdana musim tanam tiga ini kita dapat menghasilkan 7,9 ton/hektare. Ini merupakan capaian yang luar biasa bagi kami dan petani di daerah ini. Sebab, sebelumnya hasil panen di daerah ini hanya 3-4 ton/hektare. Semoga kedepannya, hal ini bisa dipertahankan. Bahkan, harus dapat kita tingkatkan," ujar Kepala Dinas Pertanian, Kristian Muned kepada Tribun di lokasi panen perdana.

Panen perdana kali ini, akan dilaksanakan di dua hektare sawah. Menyusul panen di 77 hektare sawah di area yang sama. Namun, Muned belum bisa memperkirakan jumlah padi yang akan dipanen di atas luasan lahan tersebut. Namun demikian, Muned menyatakan, panen padi di area ini dapat dikatakan panen padi terbaik selama ini.

"Untuk di lokasi panen perdana ini ada dua hektare sawah. Artinya, kurang lebih bisa kita hasilkan sebanyak 15 ton gabah. Varietas padi yang ditanam pun merupakan padi unggulan, dan dilaksanakan di lokasi penyemaian. Ini sekaligus pula menjadi penyemangat bagi para petani lainnya agar lebih giat bertani. Kemudian, ada 77 hektare lahan sawah lainnya yang juga siap panen," tandasnya.

"Setelah dilakukan panen, gabah ini akan dibeli oleh Perusda Intimung yang nantinya akan menjadi produk Beras Daerah (Rasda). Untuk harga jual gabah di Malinau, lebih tinggi dari harga jual di pulau Jawa. Kalau di Jawa, berkisar antara Rp 5000/kilogram. Kalau di Malinau, harga jual gabah petani Rp 6.000- Rp 6.500/kilogram," lanjutnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved