Pemprov Kaltara Batalkan Pembelian Pesawat N-219, Ini Penyebabnya

"Kita sudah ada MoU dengan pihak pabrik. Tetapi katakanlah tidak sesuai kesepakatan," ucap Irianto Lambrie

Pemprov Kaltara Batalkan Pembelian Pesawat N-219, Ini Penyebabnya
(HO/SETPROV KALTARA)
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie dan Wakil Gubernur Udin Hianggio beserta Ketua DPRD Kaltara Marten Sablon berfoto di pabrik PT Dirgantara Indonesia beberapa waktu lalu. 

Pemprov Kaltara Batalkan Pembelian Pesawat N-219, Ini Penyebabnya

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pemprov Kalimantan Utara membatalkan pembelian pesawat N-219 dari PT Dirgantara Indonesia (PTDI)

Penundaan tersebut karena adanya poin kesepakatan dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang tidak bisa disepakati oleh kedua pihak.

"Kita sudah ada MoU dengan pihak pabrik. Tetapi katakanlah tidak sesuai kesepakatan. Anggaran kita per tahun, itu harus kembali ke daerah karena batal terealisasi tahun ini," kata Irianto Lambrie kepada Tribunkaltim.co, Rabu (23/1/2019).

BREAKING NEWS - Majelis Hakim Putuskan Gading-Gisel Cerai, Hak Asuh Anak Diberikan ke Sosok Ini

Camat Terbaik se-Kaltim dan se-Indonesia Timur Naik Jabatan Jadi Sekda Kukar, Ini Pesan Plt Bupati

Caleg PKS Diduga Kampanye di Tempat Ibadah, KPU Sebut Pencalonan dan Nama Tetap Ada di Surat Suara

Tahun lalu Pemprov Kalimantan Utara melalui Dinas Perhuhungan menganggarkan dana Rp 78 miliar untuk membeli pesawat terbang tersebut.

Namun, karena masih adanya rangkaian proses ujicoba, lantas pesawat tersebut belum bisa diboyong ke Kalimantan Utara tahun kemarin.

"Dan penyerahan pesawat pun sampai sekarang belum ada kejelasan. Sementara kita pending. Terhenti dulu. Tetapi akan kita anggarkan nanti. Saya akan tugaskan Kadishub untuk koordinasi kembali dengan pihak pabrik," ujarnya.

Selain tidak berjalannya poin MoU, Irianto menjelaskan, pesawar N-219 juga belum mendapatkan sertifikasi internasional yang menentukan kelayakan dan keselamatan penumpang dan pesawat. 

"Walaupun pesawat selesai kalau tidak ada sertifikasi kan tidak diakui dunia untuk terbang, walaupun di daerah kita boleh terbang. Sertifikasi itu juga sebagai jaminan keselamatan," katanya.

Walau demikian, Pemprov Kalimantan Utara tetap berencana untuk membeli pesawat berbadan kecil untuk dioperasikan melayani masyarakat di perbatasan Kalimantan Utara.

"Saya akan cek tahun ini apakah teranggarkan atau tidak. Nanti kalau perlu beli langsung di pabriknya di Amerika atau Kanada dengan pesawat sejenis. Kalau kita cek juga pesawat buatan Amerika atau Kanada harganya telatif sama tetapi belum termasuk pajak impor," ujarnya.

Viral Sellha Purba, Petugas Kebersihan yang Disebut Miliki Paras Menawan, Cek Akun Instagramnya

MenkumHAM Ikut Bocorkan Jam Bebas Ahok Esok Hari, Cek Link Live Streamingnya

Lirik lagu Lee So Ra feat Suga BTS Song Request, Versi Terjemahan Inggris dan Indonesia

Untuk kepentingan publik dan kepentingan pemerintah, pembelian pesawat bisa dinegosiasikan dan meminta keringanan dari Menteri Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea Cukai.

"Pikiran saya seperti itu. Kalau beli di pabrik kan jauh lebih murah," ujarnya. (*) 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved