Berita Kaltara

Tangani Dampak Abrasi di Pulau Sebatik, Gubernur Kaltara Surati BNPB

Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menyatakan akan segera menangani dampak abrasi di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur

Tangani Dampak Abrasi di Pulau Sebatik, Gubernur Kaltara Surati BNPB
IST/HUMAS
ABRASI PANTAI - Pemukiman warga Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan terancam abrasi dihantam gelombang tinggi, Senin (21/1) lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie menyatakan akan segera menangani dampak abrasi di Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan.

Pemprov telah menyurati Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar segera menindaklanjuti pembangunan penanganan abrasi pantai di Pulau Sebatik.

Menurut Gubernur Irianto, surat ke BNPB telah dilayangkan jauh sebelum kejadian abrasi pantai di Pulau Sebatik terjadi. Kejadian abrasi pantai di Sebatik berdampak terhadap perubahan Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) sehingga berpengaruh terhadap pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan Republik Indonesia.

Baca: Bupati Serahkan DIPA kepada 11 Satuan Kerja di Kubar, Ini Harapannya

Baca: Bukan Cuma Black Panther, Film Roma Juga Cetak Sejarah Oscar, Ini 10 Kejutan Nominasi Oscar 2019

"Melalui Dinas PUPR-Perkim Kaltara, kita sudah menyurati BNPB dan Menteri PUPR, permohonan usulan tugas pembantuan pembangunan abrasi pantai Pulau Sebatik," kata Irianto, Selasa (22/1).

Penanganan abrasi di Pulau Sebatik menjadi kewenangan pemerintah pusat karena mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Permenpupera) RI Nomor 4/PRT/M/2015, tentang Kriteria dan Penetapan Wilayah Sungai (WS). Di mana daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia itu berada dalam WS Sesayap.

Selain itu, agar segera direspons, daerah pengusul harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Karena itu, Gubernur menginstruksikan kepada Dinas PUPR-Perkim menyiapkan bahan yang menjadi syarat yang diberikan kepada pemprov.

"Misalnya, kajian teknis dan kronologis kejadian, serta membuat rekapitulasi kebutuhan penanganan darurat bencana," kata Gubernur.

Tidak hanya itu, ia juga menginstruksikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara mengambil langkah cepat. Misalnya membangun posko darurat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terkena dampak abrasi.

Baca: Abu Bakar Baasyir ke Tim Pengacara : Kok Jadi Begini ?

"Saya pesan juga agar kedua instansi ini dapat saling berkoordinasi. Bahkan saya mendapat kabar bahwa hari ini (23/1) tim dari BPBD Kaltara akan menuju ke Pulau Sebatik untuk melihat langsung dampak abrasi yang terjadi di sana," ujarnya.

Seperti diketahui, gelombang tinggi menghempas Desa Tanjung Aru, Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan beberapa waktu lalu. Akibatnya, jalan semenisasi yang ada di Dusun Pantai Indah roboh. Warga yang bermukim di sekitar lokasi pun mengungsi mencari tempat yang aman dan mengungsikan barang berharga milik mereka.

Kejadian abrasi pantai di Desa Tanjung Aru, Sebatik Timur yang mengakibatkan kerusakan jalan dan bangunan disebabkan gelombang laut dan angin kencang.

"Bahkan ketinggian gelombang laut yang datang melebihi tinggi Tembok Penahan Gelombang yang ada. Apalagi, belum terpasang/tersambungnya seluruh Tembok Penahan Gelombang yang ada di Pantai Marina dan Pantai Indah Desa Tanjung Aru," kata Irianto.

Baca: Stok Darah Hari Ini Rabu (23/1/2019) di PMI Samarinda, Balikpapan, Kutim, Kukar, Berau, dan Paser

Kendati demikian, ia tetap mengimbau kepada warga yang terkena dampak gelombang laut dan abrasi pantai untuk mengungsi sementara waktu ke tempat yang aman. Warga juga diminta untuk melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat khususnya keamanan untuk deteksi dan pencegahan dini terkait gelombang laut dan abrasi.

"Warga tetap tenang, sambil kita berupaya agar pemerintah pusat segera merespons usulan kita," ujarnya. (*/wil)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved