Berita Video

VIDEO - Gelar Muscab IX, Gapensi Ingatkan Pemkot Samarinda Harus Utamakan Pembayaran Utang

Diketahui, sisa utang Pemkot Samarinda kepada pihak ketiga mencapai Rp 251 miliar. Angka tersebut merupakan utang yang adminsitrasinya

VIDEO - Gelar Muscab IX, Gapensi Ingatkan Pemkot Samarinda Harus Utamakan Pembayaran Utang
tribunkaltim.co/ Nevrianto
Peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada Musyawarah Kerja Cabang IX Gapensi Kota Samarinda di Gedung Serbaguna Gapensi jalan AW Syahrani nomer 100 A Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (24/1/2019). Musyawarah membahas kinerja dengan tema Gapensi Kota Samarinda Siap bermitra dengan Pemerintah Kota Samarinda Dalam Pembangunan Kota Tepian Secara Profesional 

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Rafan A Dwinanto dan Nevrianto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapensi) Samarinda, M Gulman, berharap Pemkot Samarinda tak memersulit proses pelunasan utang kepada kontraktor.

"Katakanlah yang pekerjaan sudah selesai, kemudian juga sudah difungsikan, ya dibayar saja, walaupun ada adminsitrasi yang belum lengkap," kata Gulman, Kamis (26/1/2017).

Gulman berharap, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sebagai pemberi pekerjaan, bisa pro aktif membantu kontraktor melengkapi syarat administrasi pencairan.

Hasil Piala Asia 2019 Vietnam vs Jepang, Samurai Biru Melaju ke Semifinal Berkat VAR

VIDEO - Kapal Penumpang Rute Surabaya-Balikpapan Dihempas Gelombang 6 Meter di Masalembo

"Bisa juga berkasnya lengkap, tapi tercecer," tuturnya.

Diketahui, sisa utang Pemkot Samarinda kepada pihak ketiga mencapai Rp 251 miliar. Angka tersebut merupakan utang yang adminsitrasinya sudah diverifikasi BPK.

Sementara, yang belum terverifikasi BPK pun masih ada. Di antaranya paket pekerjaan yang belum diserahterimakan dari kontraktor ke SKPD sebagai pemberi pekerjaan.

Ketua DPRD Belum Terima Salinan Surat Kemendagri soal Penetapan Sekda Provinsi Kaltim

Intip 5 Koleksi Barang Mahal Milik Bintang Bollywood Kareena Kapoor, Paling Murah Rp 200 Juta

"Angka Rp 251 dari BPK itu belum akurat. Belum termasuk proyek yang belum PHO/FHO (diserahterimakan). Padahal hanya adminsitrasi saja," katanya.

Pemkot pun berencana melunasi utang yang sudah terverifikasi tersebut di Tahun Anggaran (TA) 2017 ini.

Namun, pencairan dilakukan bertahap sesuai arus keuangan di Pemkot.

Simak Videonya :

(*)

Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved