Polemik Panjang ''Tembok Trump''; Semua yang Perlu Anda Ketahui Dalam Tujuh Bagan

Partai Demokrat mengatakan tembok itu adalah pemborosan uang pembayar pajak dan menuduh administrasi Trump akan "krisis yang sengaja dibuat".

Polemik Panjang ''Tembok Trump''; Semua yang Perlu Anda Ketahui Dalam Tujuh Bagan
AFP
Donald Trump 

TRIBUNKALTIM.CO - Kebuntuan soal pendanaan tembok perbatasan yang telah lama dijanjikan Presiden Donald Trump telah mengakibatkan penutupan operasi pemerintahan AS yang terlama yang pernah ada.

Trump berpendapat US$5,7 miliar (Rp85 triliun) diperlukan untuk mengatasi "krisis kemanusiaan dan keamanan" di perbatasan selatan dan telah memperingatkan penutupan itu akan berlanjut sampai ia mendapatkan uangnya.

Partai Demokrat mengatakan tembok itu adalah pemborosan uang pembayar pajak dan menuduh administrasi Trump akan "krisis yang sengaja dibuat".

1. Trump belum banyak membangun temboknya

Sebelum Trump menjabat, ada pembatas 654 mil (lebih dari 1.000 km) di sepanjang perbatasan selatan - yang terdiri dari 354 mil pembatas untuk menghentikan pejalan kaki dan 300 mil pagar anti-kendaraan.

Menjelang pemilihan presiden 2016, Trump berjanji akan membangun tembok 2.000 mil sepanjang perbatasan.

Dia kemudian mengklarifikasi bahwa itu hanya akan mencakup setengah dari itu - dengan alam, seperti gunung dan sungai, menjadi pembatas alami.

Tapi, sejak Trump masuk ke Gedung Putih, meskipun sebagian pembatas yang sudah ada telah diganti, belum ada konstruksi perpanjangan untuk tembok yang sudah dimulai.

graph
BBC

Secara keseluruhan, Kongres sejauh ini menyetujui pendanaan US$1,7 miliar (Rp25 triliun) untuk 124 mil pembatas baru dan pembatas pengganti sejak Trump memasuki Gedung Putih.

Lebih dari 40 mil pembatas pengganti telah dibangun atau dimulai. Konstruksi 61 mil pembatas pengganti diharapkan akan dimulai pada 2019. Ini setara dengan bagian baru sekitar 15% dari struktur yang ada.

Konstruksi pertama pada setiap perluasan struktur yang ada - yang bisa disebut sebagai pembatas baru - akan dimulai pada bulan Februari di Rio Grande Valley, Texas.

Halaman
1234
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved