Wagub Kaltim Sebut Banyak Perusda Mandul Karena Minim Kontribusi di Sektor Pendapatan Kaltim

Wagub Kaltim Sebut Banyak Perusda Mandul Karena Minim Kontribusi di Sektor Pendapatan Kaltim

Wagub Kaltim Sebut Banyak Perusda Mandul Karena Minim Kontribusi di Sektor Pendapatan Kaltim
TRIBUN KALTIM / CORNEL DIMAS SATRIO KUSBIANANTO
Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi 

Wagub Kaltim Sebut Banyak Perusda Mandul Karena Minim Kontribusi di Sektor Pendapatan Kaltim

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA -  Pemerintah Provinsi Kaltim bakal mengambil sikap tegas dalam menentukan kelanjutan nasib Perusahaan Daerah. Pasalnya sebagian besar Perusda yang dibiayai pemerintah minim kontribusi, bahkan mandul dalam meningkatkan sektor pendapatan Kaltim. 

Berdasarkan evaluasi awal yang dilakukan Pemprov terhadap seluruh Perusda, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengungkapkan, masih banyak Perusda yang kontribusinya kurang. "Perusda kontribusinya banyak yang kuranglah, tapi nanti kita akan evaluasi menyeluruh. Kita akan sampaikan hasilnya. Saya hanya pengawasan saja," kata Hadi di Kantor Gubernur Kaltim, di jalan Gajah Mada, Samarinda Kalimantan Timur, Jumat (25/1/2019). 

Perusahaan-perusahaan daerah berplat pemerintah itu antara lain, BPD Kaltimtara, Perusda Kehutanan, Perusda Sylva Kaltim Sejahtera, Perusda Perkebunan PT Agro Kaltim Utama, PT Jamkrida, Melati Bhakti Satya (MBS), Perusda Migas Mandiri Pratama (MMP) dan Perusda Pertambangan Bara Kaltim Sejahtera

Menurutnya, dari perusda di atas, sebagian besar kinerjanya payah alias tidak sesuai harapan.  Mayoritas Perusda tak memenuhi target tahun 2018. Namun demikian Hadi enggan menyebutkan perusda-perusda yang dimaksud tidak mencapai target ditahun ini.

"Kami sudah membahas ini, bahkan ada yang tidak hadir dan tidak sesuai dengan target. Bukan ada yang tidak sesuai target lagi, tapi sebagian besar. Hanya 1-2 Perusda saja yang bagus," ungkapnya. 

Terkait dengan sikap yang bakal diambil Pemprov, Hadi mengaku belum akan menjatuhkan sanksi. Namun ia mengisyaratkan bakal menutup Perusda yang kinerjanya tidak produktif. 

Untuk mengambil keputusan, Pemprov Kaltim akan melihat laporan kinerja dan rencana kerja. Padahal Perusda diharapkan mampu berkontribusi terhadap kemajuan dan pendapatan daerah.

"Pembahasan belum sampai sanksi atau penutupan. Itu nanti. Yang jelas saya tidak melihat satu per satu perusda, tapi menyeluruh. Sebenarnya Listnya sudah ada di kami. Ada satu yang tidak hadir dan tidak ada laporan, bahkan tidak ada rencana tahunannya. Kalau tidak ada rencana tahunan untuk apa dibuat lagi," tuturnya. (*)

Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved