24 Tahun Mengukir Prestasi untuk Indonesia, Ini Ucapan Perpisahan Liliyana Natsir

Liliyana Natsir memasuki Istora didampingi 17 atlet pelatnas, menggambarkan 17 tahun dirinya berada di Pelatnas PBSI Cipayung.

24 Tahun Mengukir Prestasi untuk Indonesia, Ini Ucapan Perpisahan Liliyana Natsir
Instagram/@badminton.ina
Final Indonesia Masters 2019 - Butet Gantung Raket, Tontowi Ahmad Akui Akan Rindu Motivasi Liliyana Natsir 

24 Tahun Mengukir Prestasi untuk Indonesia, Ini Ucapan Perpisahan Liliyana Natsir 

TRIBUNKALTIM.CO - Setelah 24 tahun mengarungi perjalanan di bulu tangkis, kini sampailah ia di penghujung kariernya, tiba saatnya ia harus mengucapkan selamat tinggal kepada olahraga yang telah membesarkan namanya.

Sudah tak terhitung lagi berapa kali Liliyana berjuang hidup mati demi Merah-Putih, mulai dari gelar turnamen terbuka, gelar hat-trick All England pada tahun 2012, 2013 dan 2014, empat gelar juara dunia pada tahun 2005, 2007, 2013 dan 2017 serta puncaknya medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang ia raih bersama Tontowi Ahmad.

Mengapresiasi besarnya pengorbanan dan deretan prestasi yang telah mengangkat nama Indonesia di kancah dunia, hari ini digelar 'Liliyana Natsir's Farewell Event', tepat sebelum laga final Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan.

Sebelum memasuki arena, Liliyana tak dapat menahan jatuh air matanya kala ia melihat video dimana orang-orang terdekatnya, Richard Mainaky, Nova Widianto dan Vita Marissa memberikan kesan-kesan tentangnya.

Liliyana memasuki Istora didampingi 17 atlet pelatnas, menggambarkan 17 tahun Liliyana berada di Pelatnas PBSI Cipayung.

Dalam acara ini turut hadir Menteri Pemuda dan Olahrgaa RI Imam Nahrawi dan Ketua Umum PP PBSI Wiranto.

Liliyana Natsir pensiun dari bulu tangkis
Liliyana Natsir pensiun dari bulu tangkis (PBSI)

"Terima kasih atas dedikasi dan pengorbanan yang telah diberikan Butet kepada Indonesia. Momen medali emas Olimpiade Rio 2016 adalah momen terfavorit saya selama menjadi menteri," kata Imam yang disambut riuh tepuk tangan penonton.

"Saat ini kita akan ditinggalkan pemain legendaris yang sudah mengukir prestasi yang luar biasa. Pemain terlama yang menghuni pelatnas selama 17 tahun, di pelatnas itu penuh perjuangan dan tidak mudah. Ini menjadi pelajaran untuk atlet muda agar bisa mengikuti jejak Butet untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia. Terima kasih kepada Butet yang sudah mengharumkan nama Indonesia dengan prestasi-prestasinya," sebut Wiranto.

Usai menyampaikan sambutannya, Wiranto menyerahkan cendera mata berupa action figure Liliyana Natsir.

Dengan terbata-bata, Liliyana membuka kata sambutannya. Ia bahkan harus berhenti bicara beberapa kali untuk menahan jatuh air matanya.

Halaman
123
Editor: Kholish Chered
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved