DPU Perkim Malinau Gandeng Kejaksaan Awasi Kegiatan Fisik

Seluruh kegiatan fisik pada instansi kami, diawasi bersama TP4D dari Kejari Malinau. Ini keharusan kami untuk bekerjasma

DPU Perkim Malinau Gandeng Kejaksaan Awasi Kegiatan Fisik
KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT
Desa Setulang, Kecamatan Malinau Selatan Hilir, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dilihat dari udara. Desa Setulang adalah desa wisata di kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia yang dihuni oleh masyarakat Dayak Kenyah. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Penyampaian Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tahun 2019 beberapa waktu lalu mencatat 1.090 kegiatan untuk seluruh OPD di Kabupaten Malinau. OPD yang mendapat kegiatan terbanyak adalah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPU PR-Perkim) yang mendapat 57 kegiatan.

Kepala DPU PR-Perkim Malinau, Tomy Labo mengungkapkan, 57 kegiatan tersebut terdiri dari kegiatan fisik dan nonfisik. Belum dapat diungkapkan berapa rincian jumlah kegiatan fisik dan nonfisik dalam 57 kegiatan tersebut. Namun yang jelas, untuk kegiatan fisik ada yang dilaksanakan dengan cara swakelola dan dengan melalui lelang proyek.

"Kalau kegiatan swakelola, kita laksanakan sendiri bekerjasama dengan masyarakat dan aparat desa. Seperti, saat ini kita melaksanakan kegiatan perbaikan jalan tani yang telah rusak. Pengerjaan pun, kita lakukan dengan menggunakan alat-alat berat yang kita miliki. Jadi, kita tidak melibatkan pihak ketiga untuk melaksanakan pekerjaan fisik itu," ujarnya baru-baru ini.

Sedangkan untuk pekerjaan yang harus melalui lelang, Tomy menyatakan, seluruh pekerjaan segera dilelang. Tidak ada alasan untuk menunda-nunda pekerjaan yang harus dilelang. Pasalnya, DPA OPD tahun 2019 telah diserahkan kepada instansi yang dipimpinnya. Bagi para kontraktor, nanti dapat mengakses lelang tersebut secara terbuka.

"Selain kegiatan swakelola perbaikan jalan tani, kita juga sudah menginventarisasi jalan-jalan lingkungan yang telah rusak untuk segera diperbaiki tahun ini. Jadi, ada dua kegiatan perbaikan jalan swakelola pada tahun ini. Semuanya, kita laksanakan dengan dana yang minim. Terpenting, seluruh program perbaikan jalan tani dan lingkungan selesai," paparnya.

Untuk jalan tani, ungkap Tomy, sudah mengarah di Kecamatan Mentarang. Sebelumnya, perbaikan jalan tani dilakukan dari Kecamatan Malinau Utara-Malinau Kota-Malinau Barat-Mantarang-Malinau Selatan. Perbaikan jalan tani ini, dituturkan Tomy, memang menargetkan perbaikan jalan tani di kecamatan sekitaran pusat pemerintahan.

"Untuk daerah perbatasan dan pedalaman belum dapat kami jangkau menggunakan alat berat yang kami miliki. Akan tetapi, tahun ini kita sudah adakan pengadaan alat berat yang akan dikirim dari Samarinda ke dua kecamatan perbatasan dan pedalaman, yakni Kecamatan Mentarang Hulu dan Kecamatan Kayan Hulu," tandasnya.

Terkait seluruh kegiatan fisik tersebut, Tomy menegaskan, pihaknya telah menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Malinau melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D). Dengan pengawalan Kejari Malinau, diharapkan seluruh kegiatan dapat dijalankan sesuai aturan hukum.

"Seluruh kegiatan fisik pada instansi kami, diawasi bersama TP4D dari Kejari Malinau. Ini memang keharusan kami untuk bekerjasma Kejari Malinau mengawasi seluruh kegiatan fisik. Dengan harapan, tidak ada permasalahan hukum dalam pelaksanaan seluruh kegiatan fisik. Nanti, tim TP4D Kejari akan menegur dan meluruskan apabila ada kesalahan dalam proses pelaksanaan pekerjaan," tuturnya. (*)

 LOKASI PERBAIKAN JALAN TANI
* Kecamatan Malinau Utara
* Malinau Kota-Malinau
* Malinau Barat
* Mantarang
* Malinau Selatan

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved