Kejari Kawal Tujuh Kegiatan Fisik di Perkotaan, Perbatasan dan Pedalaman Malinau

Ya benar sekali, ada 7 kegiatan yang akan kita kawal. Semuanya kegiatan fisik. Ini merupakan turunan dari MoU yang telah ditandatangani

Kejari Kawal Tujuh Kegiatan Fisik di Perkotaan, Perbatasan dan Pedalaman Malinau
TRIBUN KALTIM/PURNOMO SUSANTO
Pelajar dari Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu, Kabupaten Malinau saat pulang sekolah. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Bupati Yansen dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Malinau Rio Rizal tahun 2018 lalu, Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari mulai mengawal kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemkab Malinau.

Semua kegiatan yang masuk dalam pengawalan Kejari Malinau berasal dari, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPU PR-Perkim). Tercatat, ada 7 dari 57 kegiatan yang dilaksanakan DPU PR-Perkim Malinau akan mendapat pengawalan dari T4PD Kejari Malinau selama pelaksanaan kegiatan hingga akhir nanti.

Kajari Malinau, Rio Rizal melalui Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Romza Septiawan mengungkapkan, tahun 2019 ini pihaknya akan melakukan pengawalan terhadap tujuh kegiatan fisik yang akan dilaksanakan DPU PR-Perkim. Pengawalan ini, merupakan buah dari MoU yang ditandatangani Kejari dan Bupati Malinau.

"Ya benar sekali, ada 7 kegiatan yang akan kita kawal. Semuanya kegiatan fisik. Ini merupakan turunan dari MoU yang telah ditandatangani antara Kejari dengan Pemda. Pertama kali melibatkan TP4D Kejari Malinau, adalah DPU PR-Perkim," ujar Romza di kantornya, Senin (28/1).

Selain DPU PR-Perkim, Romza mengungkapkan, pihak yang telah meminta pengawalan TP4D dalam melaksanakan kegiatan, yakni otoritas Bandara Kol RA Bessing. Sehingga, baru ada dua instansi yang meminta pengawalan TP4D Kejari dalam pelaksanaan kegiatan tahun ini.

"Kalau pihak bandara, merupakan instansi vertikal dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Sedangkan DPU PR-Perkim adalah instansi daerah di Malinau. Selanjutnya, tim akan melaksanakan kerja-kerja dalam proses pengawalan. Seperti, pengawasan dari proses perencanaan, lelang, pelaksanaan sampai selesai dan masuk dalam pemeliharaan," tandasnya.

Terkait dengan kegiatan fisik berupa apa saja yang mendapat pengawalan tersebut, Romza mengungkapkan, dirinya belum mempelajari lagi seluruh isi kegiatan yang akan dikawal. Namun yang pasti, 5 dari 7 kegiatan fisik yang dikawal oleh TP4D merupakan kegiatan fisik di perbatasan dan pedalaman Malinau.

"Saya sedikit lupa apa-apa saja kegiatannya. Tapi, 5 kegiatan itu ada di daerah perbatasan dan pedalaman. Seperti kegiatan pembangunan fisik di Desa Long Nawang, Kecamatan Kayan Hulu. Desa tersebut, merupakan salah satu desa perbatasan dan pedalaman di Malinau. Kemudian, dua kegiatan lainnya ada di daerah perkotaan atau di sekitar pusat pemerintahan," bebernya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved