Modifikasi Tangki dan Aksi Pengetap Picu Kelangkaan BBM di Kaltara

Kalau melanggar pernyataannya, dan terbukti melakukan praktek mengetap atau memodifikasi tangki kita pidanakan

Modifikasi Tangki dan Aksi Pengetap Picu Kelangkaan BBM di Kaltara
TRIBUNKALTIM/DOAN PARDEDE
Sebuah papan pengumuman BBM habis terpampang di depan SPBU Jalan Katamso, Tanjung Selor, Kamis (5/1/2017) siang. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Tanjung Selor dan beberapa kabupaten di Kalimantan Utara disinyalir karena maraknya aktivitas pengetap dan modifikasi tangki kendaraan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kalimantan Utara Kombes Pol Helmy Kwarta Kusuma Putra mengemukakan, jajarannya sudah sejak pekan kemarin menggalakkan operasi di lapangan untuk menghilangkan praktek tersebut. Sosialisasi kepada masyarakat yang kerap mengetap dan penyitaan barang bukti tangki modifikasi dilakukan.

"Saya tidak akan mempidanakan kalau tidak terpaksa. Tangki dicopotin, dimodifikasi, kita peringati lagi. Jadi konteksnya peringatan," kata Kombes Pol Helmy kepada Tribunkaltim.co, Minggu (27/1/2018).

Peringatan diberikan dalam bentuk tertulis. Oknum warga yang melakukan kegiatan tersebut juga diwajibkan mengisi pernyataan tidak mengulang aktivitasnya itu.

"Kalau melanggar pernyataannya, dan terbukti melakukan praktek mengetap atau memodifikasi tangki kita pidanakan," tegasnya.

Kegiatan sosialisasi dan penyitaan barang bukti di lapangan akan terus diintensifkan sampai semua masyarakat pengguna kendaraan menikmati layanan pembelian BBM di SPBU dengan nyaman. "Antrean panjang bisa menimbulkan masalah baru seperti kemacetan bahkan kecelakaan," ujarnya.

Kombes Pol Helmi Kwarta menambahkan, penyebab antrean panjang di SPBU adalah persoalan kompleks. Selain karena maraknya aktivitas pengetap, pasokan BBM pun terbatas.

Hasil penelusuran Ditreskrimsus di SPBU di Tanjung Selor misalnya, diketahui proses transportasi BBM ke SPBU tidak dilakukan secara maksimal karena armada transportasi kurang.

"Saya sudah sampaikan ke pemilik SPBU agar mengajukan permohonan ke Pertamina untuk menyiapkan armada transportasi sendiri," katanya.

"Saya juga sudah sampaikan ke jajanan kami, kalau tidak ada jawaban Pertamina atas kekurangan pasokan yang disebabkan jumlah armada transport, dan tidak ada solusi untuk pihak SPBU agar mendapat tambahan BBM, maka perusahaan transportirnya atau penyalurnya akan kita pidanakan," tegasnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved