Seribu Liter Premium untuk Daerah Perbatasan Malinau Tumpah Akibat Mobil Terbalik di Jalan Rusak

Akibat tertumpahnya premium tersebut, ungkap Surang, distribusi kepada masyarakat Sei Boh sempat terhambat.

Seribu Liter Premium untuk Daerah Perbatasan Malinau Tumpah Akibat Mobil Terbalik di Jalan Rusak
TRIBUN KALTIM/PURNOMO SUSANTO
Jalan menuju Kecamatan Mentarang Hulu Malinau saat ini sudah tembus. 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU- Program Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga sudah dirasakan oleh masyarakat perbatasan dan pedalaman di Kecamatan Sei Boh, Kabupaten Malinau selama beberapa bulan terakhir ini. Terutama BBM jenis premium. Namun, pengiriman sempat terhambat saat salah satu kendaraan pengangkut premium tersebut terguling dan menumpahkan seribu liter BBM.

Memang, para pengemudi kendaraan pengangkut premium tersebut harus memiliki keahlian lebih saat mengangkut BBM ke daerah-daerah tersebut. Pasalnya, jalan-jalanan rusak dan harus melalui perbukitan terjal. Tidak jarang, pengemudi roda empat berhadapan dengan bahaya ketika melalui jalan-jalan itu.

Warga Sei Boh, Surang mengabarkan kepada Tribun, salah satu truk pengangkut BBM program satu harga terbalik, Rabu (23/1) lalu, saat mengantar premium ke Sei Boh. Dijelaskan Surang, mobil pengangkut premium berasal dari Samarinda. Kemudian, melalui jalur darat melewati beberapa kabupaten untuk sampai di Sei Boh.

"Kendaraan jenis pick-up 4x4 dari Samarinda, menuju Sei Boh melalui Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Lalu, melewati Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Mahakam Hulu. Kemudian, menyebrang sungai sampailah di Sei Boh. Nah, saat hendak menuju Sei Boh itulah kendaraan terbalik di jalan yang rusak dan berbukit," ujarnya saat ditemui di pusat pemerintahan, kemarin.

Akibat tertumpahnya premium tersebut, ungkap Surang, distribusi kepada masyarakat Sei Boh sempat terhambat. Namun, karena ada pasokan dari 4 kendaraan lainnya, sehingga persoalan kekurangan premium di daerah tersebut bisa teratasi. Namun kendaraan yang terbalik belum bisa dievakuasi karena medan yang sulit dan keterbatasan kemampuan driver. Sehingga kendaraan tersebut terpaksa dibiarkan.

"Selain kendaraan itu, ada 4 kendaraan lainnya lagi datang dari Samarinda untuk mengantar premium. Itulah mengapa kami terbantu. Kalau tidak, bisa-bisa krisis premium di Sei Boh. Kami mengajak beberapa warga untuk membantu mengembalikan kendaraan ke posisi normal," paparnya.

Permasalahan terbaliknya kendaraan ini, bukan semata-mata mengganggu distribusi premium ke Sei Boh. Namun, lebih dari itu jalan rusak dan berbahaya ini mengancam keselamatan pengendara. Surang mengharapkan, jalan-jalan yang menghubungkan daerah perbatasan dan pedalaman mendapat prioritas untuk diperbaiki.

"Ini kan bukan yang pertama kali. Sudah sering jalan-jalan di sini membahayakan pengemudi. Oleh karena itu, kami meminta agar pemerintah lebih memperhatikan jalan-jalan yang menghubungkan daerah kami dengan daerah perkotaan. Dan jalan ini, satu-satunya menuju tempat kami. Jadi, memang harus diperhatikan," tegasnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved