Atasi Stunting, Dinkes Kalimantan Utara Belanjakan Rp 3,8 Miliar untuk Makanan Balita

Stunting merupakan masalah kesehatan seorang bayi atau anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhan tubuhnya, sehingga gagal memiliki tinggi ideal.

Atasi Stunting, Dinkes Kalimantan Utara Belanjakan Rp 3,8 Miliar untuk Makanan Balita
Tribunkaltim.co/ M.Arfan
Beberapa anak bermain di pelataran Posyandu Sari Gading, Desa Bumi Rahayu, Tanjung Selor beberapa waktu lalu. 

Atasi Stunting, Dinkes Kalimantan Utara Belanjakan Rp 3,8 Miliar untuk Makanan Balita

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Salah satu masalah yang serius ditangani Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara ialah stunting.

Stunting merupakan masalah kesehatan seorang bayi atau anak-anak mengalami hambatan dalam pertumbuhan tubuhnya, sehingga gagal memiliki tinggi yang ideal pada usianya.

Kepala Dinkes Kalimantan Utara, Usman menjelaskan, prevalensi stunting di Kalimantan Utara berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2016 sebesar 31,6 persen dari jumlah balita.

"Ini menjadi evaluasi kita semua. Catatan Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2013, prevalensinya hampir sama. Ini harus kita cegah terus agar tidak naik," kata Usman saat disua Tribunkaltim.co, Rabu (30/1/2019).

Lowongan Kerja PT Taspen, Pendaftaran Online hingga 31 Januari 2019, Klik Disini

Sidak Mobil Tangki di Jalan Poros Balikpapan-Samarinda, Ini yang Ditemukan Pertamina

Terjawab, Pemain Baru Asing Asia Persib Bandung Ternyata Mantan Borneo FC, Kunihiro Yamashita

Penanganan stunting, dilaksanakan dengan pendekatan pemenuhan gizi. Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinkes Kalimantan Utara akan membelanjakan sebesar Rp 3,8 miliar.

Dana itu untuk belanja paket makanan tambahan bagi balita.

"Pemenuhan gizi harus dilakukan. Jangan sampai parah, muncul lagi kasus stunting baru," katanya.

Pemenuhan gizi juga penting bagi ibu hamil. Ini untuk menunjang kelangsungan 1.000 hari pertama kehidupan atau dari janin hingga bayi berumur 2 tahun.

Stunting diakibatkan oleh beberapa hal antara lain lingkungan kurang sehat, kemiskinan, akses air bersih yang minim, hingg sanitasi yang kurang baik. Usman mengatakan, persoalan stunting sebetulnya menjadi tugas bersama, bukan hanya Dinas Kesehatan.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved