Tujuh Investor Tertarik Kembangkan Kawasan Industri Maloy yang Akan Diresmikan Presiden

Tujuh Investor Tertarik Kembangkan Kawasan Industri Maloy yang Akan Diresmikan Presiden

Tujuh Investor Tertarik Kembangkan Kawasan Industri Maloy yang Akan Diresmikan Presiden
TRIBUN KALTIM / MARGARET SARITA
Pemkab Kutim, PT MBS dan Dewan Nasional KEK saat peninjauan ke fasilitas air bersih untuk KEK Maloy. 

Tujuh Investor Tertarik Kembangkan Kawasan Industri Maloy yang Akan Diresmikan Presiden

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Didampingi Bupati Ismunandar, Wabup Kasmidi Bulang dan Sekda Irawansyah, Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) tiba di kawasan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), Selasa (29/1/2019).

Tim yang berjumlah lima orang, meninjau langsung fasilitas-fasilitas penunjang sebuah kawaaan ekonomi khusus, yang merupakan pemenuhan kriteria beroperasinya KEK Maloy. Yakni, infrastruktur dan fasilitas kawasan, kelembagaan dan SDM serta perangkat pengendalian administrasi.
Kriteria infrastruktur dan fasilitas kawasan yang harus terpenuhi, terdiri dari lahan, infrastruktur dan fasilitas kawasan.

"Untuk lahan, pengadaan, pematangan dan sertifikat sudah clear. Sementara untuk infrastruktur berupa jalan, llistrik, instalasi dan jaringan air bersih , sistem air limbah, drainase, telekomunikasi hingga pintu gerbang juga sudah sebagian tersedia. Begitu juga dari sisi fasilitas, yakni persampahan, pemadam kebakaran, kantor administrator dan pengelola serta keamanan," kata Presiden Direktur PT MBTK, Agus Dwitarto dalam paparan di hadapan tim Dewan Nasional KEK, Bupati, Wabup dan Sekda Kutim.

Untuk kelembagaan dan SDM, menurut Agus, juga sudah disiapkan oleh Dewan Kawasan, Sekretariat Dewan Kawasan, administrator dan Badan Pengelola yang akan dipimpin oleh pejabat eselon II.

Menanggapi paparan tersebut, Enoh Suharto Pranoto, Sekretaris Dewan Kawasan Nasional menyarankan agar dalam peresmian ada groundbreaking industri dari pelaku usaha di kawasan MBTK. Baik hulu maupun hilir. Sehingga KEK Maloy juga ada isinya. Selain itu, infrastrukturnya juga sudah jadi. Soal kepastian hukum terkait lahan juga menjadi topik dalam pertemuan yang diikuti pula oleh pejabat Pemkab Kutim.

"Untuk pertanahan, investor yang menanam modal di kawasan KEK mendapat kemudahan. Setelah memiliki HGB selama 30 tahun dan pabrik sudah berdiri, investor dapat mengusulkan untuk perpanjangan 20 -30 tahun ke depan," kata Enoh.

Di tempat yang sama, Bupati Ismunandar mengatakan Pemkab Kutim juga ingin peresmian kawasan Pelabuhan Sangatta di kawasan Kenyamukan. Termasuk, groundbreaking industri hilir yang berbahan kelapa sawit. "Sudah ada tujuh investor industri yang datang dan mengungkapkan keinginan mereka untuk membangun industri di KEK Maloy. Baik industri hulu maupun hilir. Pastinya, semua kriteria untuk beroperasinya KEK Maloy, sudah terpenuhi. Fasilitas yang tadinya masih lampu kuning, sekarang sudah hijau," ungkap Ismunandar.

Kepala Dinas PU Kaltim, Taufik mengatakan dari Kementerian PU sudah membangun jalan, juga pemenuhan kebutuhan air baku 250 liter per detik, air bersih 200 liter per detik. Jaringan pipa air bersih juga akan sampai ke Pulau Sangkulirang sepanjang 28.300 meter. Semoga pada 15 Februari sudah bisa ujicoba secara keseluruhan dan pada 25 Februari sudah beroperasi," ujar Taufik.

Tangki timbun untuk CPO, menurut Taufik, juga sudah sampai tahap pematangan lahan. Siap dilakukan pembangunan dalam waktu dekat.

Sesuai rencana Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK), akan diresmikan Presiden Joko Widodo, 25 Februari 2019 mendatang. Pemprov Kaltim, Pemkab Kutai Timur dan PT MBS selaku pengelola tengah mempersiapkan peresmian KEK MBTK. (*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved