Kuasai Saham Freeport 51 Persen, Indonesia Belum Bisa Nikmati Untung Besar 3 Tahun ke Depan

Indonesia memang sudah memegang 51 persen saham PT Freeport Indonesia, namun belum akan mendapatkan keuntungan besar dalam beberapa tahun ke depan.

Kuasai Saham Freeport 51 Persen, Indonesia Belum Bisa Nikmati Untung Besar 3 Tahun ke Depan
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Suasana usai penandatanganan Sales and Purchase Agreement PT Inalum (Persero) dengan Freeport McMoran di Kementerian ESDM, Kamis (27/9/2018). Turut dalam kesepakatan ini Dirut Inalum Budi Gunadi Sadikin, CEO Freeport McMoran Richard Adkerson, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

Kuasai Saham Freeport 51 Persen, Indonesia Belum Bisa Nikmati Untung Besar 3 Tahun ke Depan

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Indonesia memang sudah memegang 51 persen saham PT Freeport Indonesia, namun belum akan mendapatkan keuntungan besar dalam beberapa tahun ke depan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, hal itu terjadi lantaran dalam tiga tahun ke depan, Freeport perlu melakukan investasi yang sangat besar.

"Untuk tiga tahun pertama itu akan banyak invesment sehingga dividennya akan drop," ujarnya di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Dividen adalah pembagian laba perusahaan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.

Penurunan dividen ini disebabkan kemampuan perusahaan mencatat laba (profitability) yang juga diyakini akan menurun pada 2019, 2020 dan 2021.

Ingat Kasus Papa Minta Saham? Inalum Dinilai Bisa Akhiri Dominasi Orang Kuat di Sekitar Freeport

Miliki 51 Persen Saham, PT Inalum Dapat Rp 14 Triliun per Tahun dari Freeport Setelah 2023

Kuasai 51 Persen Saham, Ini Rekam Jejak Tony Wenas Bos Baru PT. Freeport

Ada dua proyek yang akan menyedot dana besar Freeport pada tiga tahun pertama pasca saham mayoritas dipegang Indonesia.

Pertama, pembangunan pabrik pemurnian konsentrat (smelter) dan kedua penambangan bawah tanah (underground).

"Kami menekankan smelter ini penting agar di prosesnya di Indonesia sehingga produk-produk sampingnya pun bisa dikembangkan juga di Indonesia. Kedua bahwa tambangnya itu sendiri tidak lagi open pit tetapi harus underground," kata Rini.

Meski begitu, Rini yakin RI akan menuai keuntungan dari investasi besar Freeport pada 2022 mendatang.

Menurut Rini, hal ini merupakan hal yang wajar dalam korporasi.

Adu Pendapat soal Freeport dengan Rizal Ramli, Mahfud MD : yang Dipertaruhkan Hak Generasi Penerus

Ditanya Soal Pengambilalihan Freeport, Amin Rais: Wah, Itu Puanjang. No Comment Dulu

Ia lantas mencontohkan perusahaan-perusahaan BUMN yang juga melakukan investasi besar pada 2016 dan 2017 lalu.

Akibatnya growth dari profitability BUMN tersebut tidak sebanyak tahun sebelumnya.

"Sehingga (keuntungan BUMN) baru akan kelihatan mungkin akhir 2019 naik karena investasinya mulai memberikan hasil.

Nah Freeport juga akan begitu," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kuasai Freeport, Indonesia Belum Bisa Nikmati Untung Besar... ", https://ekonomi.kompas.com/read/2019/01/31/060100526/kuasai-freeport-indonesia-belum-bisa-nikmati-untung-besar--.
Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Erlangga Djumena

Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved