Polemik Bagasi Berbayar, antara Pendapatan Maskapai & Keberatan Penumpang, Apa Keputusan Pemerintah?

Penerapan bagasi berbayar oleh maskapai berbiaya rendah nasional seperti memakan buah simalakama bagi pemerintah.

Polemik Bagasi Berbayar, antara Pendapatan Maskapai & Keberatan Penumpang, Apa Keputusan Pemerintah?
Tribunkaltim/Rachmad Sujono
BAGASI BERBAYAR - Salah satu staff counter lion air sedang menimbang berat beban bagasi pelanggan, rabu (9/1). Penetapan Bagasi Berbayar dari maskapai Lion Air yang jatuh pada kemarin lusa (8/1), namun tampak beberapa dari para pengguna maskapai lion Air tetap membawa barang berlebih karena sudah membeli tiket jauh sebelum penetapan bagasi berbayar. 

Polemik Bagasi Berbayar antara Pendapatan Maskapai & Keberatan Penumpang, Apa Keputusan Pemerintah?

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Penerapan bagasi berbayar oleh maskapai berbiaya rendah nasional seperti memakan buah simalakama bagi pemerintah.

Di satu sisi, kebijakan ini jadi salah satu cara untuk memperbaiki kondisi keuangan maskapai.

Sebab, biaya operasional penerbangan terus membengkak.

Maskapai mengaku saat ini tak bisa hanya mengandalkan penjualan tiket saja untuk mengerek pendapatan mereka.

Mereka harus menggenjot lini bisnis lain agar tak merugi.

Salah satunya dengan menerapkan bagasi berbayar bagi para penumpang rute domestiknya.

Namun, jika kebijakan bagasi berbayar terus dilanjutkan dikhawatirkan akan menurunkan daya beli masyarakat.

Jelas, hal ini akan berdampak ke perekonomian nasional.

Atas dasar itu, langkah pemerintah untuk menyelesaikan polemik ini pun dinanti publik.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved