Ketua KPU Paser Serahkan Pengganti Mardikansyah pada Parpol Golkar dan PKB

Ketua KPU Paser Serahkan Pengganti Mardikansyah pada Parpol Golkar dan PKB

Ketua KPU Paser Serahkan Pengganti Mardikansyah pada Parpol Golkar dan PKB
Tribunkaltim/sarassani
Jenazah Wakil Bupati Paser HM Mardikansyah dimakamkan di TPU Semumun Tanah Grogot, Rabu (30/1/2019). 

Ketua KPU Paser Serahkan Pengganti Mardikansyah pada Parpol Golkar dan PKB

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Sejak tanggal 31 Januari hingga 2 Februari 2019, seluruh perkantoran, perguruan tinggi dan sekolah-sekolah mengibarkan bendera setengah tiang, sebagai tanda berkabung atas meninggalnya Wakil Bupati (Wabup) Paser HM Mardikansyah.

Selama mengabdi, Mardikansyah tak penah berhenti mendedikasikan dirinya memajukan Kabupaten Paser, baik sebagai Wabup, Ketua STIE Widya Praja dan Pembina Partai Golkar Paser maupun pada jabatan sebelumnya. Seperti Ketua DPRD Paser, Anggota DPRD Kaltim dan jabatan lainnya.

Pengalaman di lingkungan eksekutif dan legislatif membuat Mardikansyah sangat paham karakter masyarakat Kabupaten Paser. Rekomendasinya menjadi resep manjur mengatasi berbagai permasalahan, bahkan jadi sandaran pimpinan perangkat daerah dalam melaksanakan kebijakan.

Sekarang sosok yang selalu memberikan pemikiran strategis itu telah tiada. Kursi jabatan Wabup pun sudah kosong. Mungkin akan sulit mencari pengganti yang sebanding. Namun sesuai pasal 23 dan 24 Peraturan Pemerintah (PP) 12/2018, jika terjadi kekosongan jabatan kepala atau wakil kepala daerah, maka dapat diajukan nama-nama penggantinya.

Sebelum mengomentari hal ini, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Paser Eka Yusda Indrawan mengatakan bahwa KPU sebenarnya tidak terlibat dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk jabatan Wakil Bupati Paser, sehingga penjelasannya hanya bersifat memberi pendapat.

“Yang mengajukan pengganti Wabup adalah partai atau gabungan partai pengusung. Dalam hal ini, gabungan partai pengusung Bupati Paser H Yusriansyah Syarkawie dan Wakil Bupati Paser HM Mardikansyah adalah Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB),” kata Eka, Jumat (1/2).

Setelah disepakati, lanjut Eka, nama pengganti Wabup diusulkan ke DPRD Paser untuk ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPRD Paser. “Keputusan (rapat paripurna) DPRD Paser itu kemudian disampaikan kepada bupati untuk dibuatkan pengantar untuk pengajuan pelantikan kepada Mendagri melalui Gubernur Kaltim,” ucapnya.

Sesuai ketentuan, pengisian jabatan Wabup melalui PAW dapat dilakukan minimal dengan masa kerja tersisa 18 bulan, kurang dari itu tidak boleh. Mengingat Bupati Paser H Yusriansyah dan Wabup Paser HM Mardikansyah dilantik bulan Februari 2016, jadi masa kerja yang tersisa masih 24 bulan.

Jika calon pengganti Wabup merupakan salah satu Calon Legislatif (Caleg) peserta Pemilu 2019, maka yang bersangkutan harus mengundurkan diri atau dicoret sebagai caleg, dibuktikan dari SK pelantikannya. Namun kalau sebatas diusulkan, maka masih bisa mengikuti proses pemilihan.

“Kalau pelantikannya sebelum Pemilu 2019 tanggal 17 April, yang bersangkutan memang harus mengundurkan diri atau dicoret dari pencalegkan. Setelah bulan April, persyaratan pencalegkan tak lagi mengikat proses PAW,” tambahnya. (*)

Penulis: Sarassani
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved