Lebih Tinggi dari Nasional, Inflasi di Kaltara 0,96 Persen pada Januari 2019

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara Eko Marsoro mengatakan, inflasi Kalimantan Utara merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Lebih Tinggi dari Nasional,  Inflasi di Kaltara 0,96 Persen pada Januari 2019
Tribunkaltim.co/ M.Arfan
Suasana press rilis data statistik di Kantor BPS Kalimantan Utara, Jalan H Maskur, Tanjung Selor, Jumat (1/2/2019). 

Lebih Tinggi dari Nasional,  Inflasi di Kaltara 0,96 Persen pada Januari 2019 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Inflasi Provinsi Kalimantan Utara yang diukur di Kota Tarakan pada bulan Januari 2019 ini sebesar 0,96 persen.

Tingkat inflasi ini lebih tinggi dari level inflasi nasional yang sebesar 0,32 persen. Sedang inflasi dari tahun ke tahun, inflasi Tarakan mencapai 5,49 persen.

Indeks harga kelompok bahan makanan memberi kontribusi inflasi sebesar 2,23 persen. Disusul kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,99 persen. Adapun kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,74 persen.

Dewan Pendidikan Balikpapan Tanggapi Penghapusan SKTM, Begini Penjelasannya

Potensi Kuota Capai 220 Ribu, Baru 3 Ribu Anak di Balikpapan Miliki Kartu Identitas Anak

Bentangkan Spanduk #Save Vanessa Angel, Emak-emak Ini Ingin Pria Hidung Belang Diadili

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Utara Eko Marsoro mengatakan, inflasi Kalimantan Utara merupakan salah satu yang tertinggi di Indonesia.

Daerah dengan inflasi tertinggi Januari 2018 adalah Tanjung Pandan 1,23 persen, Singkawang 1,19 persen, Pare-Pare 1,14 persen, Manado 1,09 persen, Manokwari 1,03 persen, Tarakan 0,96 persen.

Di bawah Tarakan ada Pangkal Pinang 0,93 persen, Meulaboh 0,91 persen, Bulukumba 0,90 persen, dan Bengkulu 0,88 persen.

Di regional Kalimantan, Singkawang 1,19 persen, Tarakan 0,96 persen, Banjarmasin 0,82 persen, Tanjung 0,75 persen, Samarinda 0,60 persen, Pontianak 0,55 persen, Balikpapan 0,50 persen, dan Palangkaraya 0,46 persen.

Kenakan Tarif Rp 1,6 Juta, Penyedia Jasa Aborsi di Balikpapan Mengaku Belajar Hanya dari Internet

Sempat Ingin Pakai Urine Orang Lain, 1 THL Setkab di PPU Dinyatakan Positif Narkoba

Berdasarkan jenis barang dan jasanya, angkutan udara memberi sumbangan inflasi paling tinggi bagi Kalimantan Utara, dengan share 0,2822 persen. Disusul daging ayam ras 0,2135 persen, bawang merah 0,1513 persen, dan tomat 0,0846 persen.

"Inflasi transportasi utamanya didorong oleh kenaikan harga tiket pesawat udara. Hati-hati, pengendalian harga sangat penting. Tetapi kebijakan harga tiket pesawat itu di pusat dan beberapa gubernur sudah bersurat ke Menteri Perhubungan untuk mengendalikan," kata Eko, Jumat (1/2/2019).

Selain inflasi yang tinggi, keadaan diperparah dengan level harga kebutuhan pokok yang tinggi di Kalimantan Utara dibanding daerah lain di Indonesia. Ia berharap pemerintah daerah pemerintah daerah mencari solusi dan menciptakan kebijakan yang baik untuk menekan level harga dan inflasi khususnya pada kelompok bahan makanan. (*) 

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved