Sandiaga Klaim Selisih Elektabilitas dengan Jokowi-Maruf Tinggal 1 Digit, Singgung Undecided Voters

Sandiaga berpegang pada survei internal pihaknya yang menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandi sudah melampaui 40 persen.

Sandiaga Klaim Selisih Elektabilitas dengan Jokowi-Maruf Tinggal 1 Digit, Singgung Undecided Voters
(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1, Joko Widodo dan Maruf Amin beserta pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berjabat tangan setelah debat pilpres pertama di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Tema debat pilpres pertama yaitu mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi, dan Terorisme. 

Sandiaga Klaim Selisih Elektabilitas dengan Jokowi-Maruf Tinggal 1 Digit, Singgung Undecided Voters

TRIBUNKALTIM.CO - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno mengklaim, selisih elektabilitas dirinya dan Capres Prabowo Subianto tidak lebih dari 10 persen dibanding pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Sandiaga berpegang pada survei internal pihaknya yang menunjukkan elektabilitas Prabowo-Sandi sudah melampaui 40 persen.

Daftar Film Bioskop Hollywood yang Tayang Februari 2019, Ada Animasi hingga Lanjutan Horor Komedi

Persib Bandung Batal Bermain di GBLA saat Menjamu Persiwa Wamena di Piala Indonesia

Jumat Berbagi, Personil Polres Bontang Iuran Beli Sembako untuk Dibagikan ke Warga Miskin

Cegah Aborsi Gara-gara Pergaulan Bebas, Ini Tips dari Psikolog Balikpapan

Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saling berpelukan dengan pasangan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin usai mengikuti acara Debat Pertama Capres dan Cawapres di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Debat Pertama ini mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. (Tribunnews/Jeprima)
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno saling berpelukan dengan pasangan calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin usai mengikuti acara Debat Pertama Capres dan Cawapres di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019). Debat Pertama ini mengangkat isu Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. (Tribunnews/Jeprima) (Tribunnews/Jeprima)

"Selisih sudah single digit. Tapi kami mesti kerja keras. Kami sudah lewat 40 persen dan single digit," ujar Sandiaga di Media Center Prabowo-Sandiaga, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Saat ditanyai tanggapannya ihwal survei Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI) yang menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf 54,8 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga 31 persen usai debat pertama, ia mengaku tidak mengetahuinya.

1022 Temuan Hasil Pemeriksaan BPK Terhadap Pemprov Kaltim, Dana Bos Salah Satu Rekomendasinya

Lowongan Kerja BUMN Perum Percetakan Uang RI, Lulusan SMA/SMK juga Bisa Daftar

Hasil Final Piala Asia 2019, Menang 3-1 atas Jepang Qatar Juara Pertama Kalinya , Lihat Gol-golnya

Cuaca Buruk dan Banjir, 4 Pesawat dari Makassar Batal Mendarat di Manado

 

Tanggapan sejumlah pihak soal Debat Pertama Pilpres 2019, Jusuf Kalla: jangan seperti bimbingan belajar!
Tanggapan sejumlah pihak soal Debat Pertama Pilpres 2019, Jusuf Kalla: jangan seperti bimbingan belajar! (Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)

Ia mengatakan, pihaknya mengedepankan hasil survei internal untuk menggodok strategi ke depan.

Karena itu, pihaknya tak pernah merilis survei internal mereka.

Berdasarkan survei internal, kata dia, usai debat justru massa mengambang semakin banyak.

"Teman-teman bisa lihat survei mana. Kami syukur Alhamdullilah bisa jadi tambahan masukan. Tapi survei ini ada yang untuk menggiring opini, ada yang untuk membangun strategi. Survei internal kami tidak akan kami rilis karena untuk membangun strategi. Dan terbukti efektif," ujar dia.

"Dan menarik dari hasil debat pertama. Jumlah undecided voters semakin besar. Fenomena yang kami pelajari betul," lanjut dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sandiaga Klaim Selisih Elektabilitasnya dengan Jokowi-Ma'ruf Tinggal 1 Digit"

Editor: Doan Pardede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved