Kabar dari Kubar

BKAD Gelar Rekonsiliasi Data Keuangan, Berharap Pemkab Kubar Bisa Tingkatkan Opini WTP

Bertempat di ruang rapat lantai 2 Gedung BP3D Kutai Barat diselenggarakan Pembukaan Rekonsiliasi Data Keuangan Antara SKPD dan SKPKD

BKAD Gelar Rekonsiliasi Data Keuangan, Berharap Pemkab Kubar Bisa Tingkatkan Opini WTP
IST/HUMAS
REKONSILIASI DATA - Kepala BKAD Kutai Barat Sahadi didampingi Sekretaris BKAD Petrus, Inspektur Inspektorat Robertus Bellarmirnus Belly Djuedi Widodo pada Pembukaan Rekonsiliasi Data Keuangan Antara SKPD dan SKPKD 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Bertempat di ruang rapat lantai 2 Gedung BP3D Kutai Barat diselenggarakan Pembukaan Rekonsiliasi Data Keuangan Antara SKPD dan SKPKD Kabupaten Kutai Barat Tahun Anggaran 2018 pada Senin (21/1) lalu.

Acara dibuka Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah dihadiri Inspektur Inspektorat, para Kepala Dinas dan Badan, Camat, Kabid dan Kepala Bidang dan Bendahara Dinas di lingkungan Pemkab Kubar.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Sahadi dalam sambutannya mengatakan rekonsiliasi ini merupakan agenda rutin. Hasil rekon akan digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) mendatang dan berkaitan dengan percepatan UP (Uang Persediaan).

Baca: Bupati Kubar Serahkan DPA kepada 9 Perwakilan SKPD, Pengadaan Barang dan Jasa Bisa Mulai Diproses

Sahadi mengimbau agar bekerja mengikuti aturan dan memiliki sistem kinerja yang baik. "Terkait edaran dari BKAD kepada seluruh pihak agar dicermati kemudian ditindaklanjuti demi kelancaran kerja. Apalagi menyangkut keuangan, seperti keberadaan berkas harus jelas, apakah sudah berada di BKAD atau masih di Bagian Keuangan OPD, " ujarnya.

Sahadi juga menambahkan demi peningkatkan kualitas SDM di daerah, khususnya dalam hal keuangan, pihaknya akan menggelar bimtek atau diklat oleh BPKP. "Kami sedang mencoba, khususnya di keuangan arsip yang berbasis online. Berbicara pengarsipan hal ini sangat penting, sehingga perlunya dukungan dari semua pihak untuk sukseskan ragam program," kata Sahadi.

Suhadi juga berterima kasih kepada SKPD, kecamatan, UPT, puskesmas dan sekolah yang setiap tahunnya berupaya berbenah dalam pelaporan keuangan yang telah terlihat mulai tertata dengan rapi.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Kutai Barat Robertus Belly Djuedi Widodo berharap kepada seluruh peserta rekon agar dalam laporan keuangan dibuat maksimal. Hal ini untuk meminimalisir kesalahan dalam pelaporan.

Baca: Kandaskan Perlawanan Persita Tangerang, Arema FC Lolos ke Fase 16 Besar Piala Indonesia

Agenda ini wajib setiap tahunnya harus disusun dengan benar, kiranya setiap program kerja yang dibuat juga di kantor masing-masing disesuaikan dengan RPJMD dan Visi Misi Pembangunan Kabupaten.

"Mari kita bekerja sesuai kebutuhan, bukan karena adanya kepentingan. Satu hal lagi jika ada hal yang masih ragu atau kurang dipahami dapat berkonsultasi dengan Inspektorat," ungkapnya.

Sementara, Kabid Akuntansi Amon ditemui menyebutkan rekonsiliasi ini bertujuan untuk persamaan data keuangan baik dari peserta dan BKAD (SKPKD). Hingga hari pertama berlangsung tidak ada kendala, sehingga rekon ini dapat berjalan tepat waktu. Minggu depan dijadwalkan Rekon Aset, dan setelah itu Tim Audit Pendahuluan akan masuk di Kutai Barat.

Baca: Gubernur Isran Tidak Gunakan APBD untuk Proyek Besar, tapi Bangun Konektivitas Antardaerah

"Terima kasih untuk kerjasama seluruh pihak dalam menyukseskan agenda ini, kita terus berharap Kutai Barat akan mempertahankan dan peningkatkan Opini WTP nantinya," sebutnya. (*)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved