Pesan Berantai Ketum PPP Romahurmuziy Setelah Diserang #RomiMakelarDoa

perbincangan di dunia maya (tagar/ hashtag) #RomiMakelarDoa, masih menjadi trending topics di jagat Twitter

Pesan Berantai Ketum PPP Romahurmuziy Setelah Diserang #RomiMakelarDoa
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Romahurmuziy saat menyampaikan sambutannya pada acara Pembukaan Muktamar VIII PPP Tahun 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (8/4/2016). PPP menggelar Muktamar VIII yang disepakati sebagai bentuk islah pada 8-11 April 2016 di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta Timur. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Kiai Maimoen Zubair adalah  pimpinan Tertinggi Pondok Pesantren Al Anwar, di Dusun Bajingmeduro, Desa Karangmangu, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. 

Masyarakat Rembang dan Jalur Pantura, mengenalnya pesantren ini dengan Pohama (Pondok Haji Maimoen).

Ia adalah putra Kiai Sepuh Rembang, mendiang KH Zubair Dahlan.

Dia pengajar Nahwu-sharaf dan mantiq, ilmu sastra logis dalam Bahasa Arab.

Di pondoknya, hari Jumat (1/2/2019) petang, dia menerima silaturahim calon presiden Joko Widodo.

Ikut dalam rombongan Ibu Negara Hj Iriana Jokowi,  Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, yang juga putra sang Kiai.

Di tempat yang sama, empat bulan sebelumnya, 19 Muharram 1440 Hiriyah atau 29 September 2018, ini juga menerima kunjungan Prabowo Subianto.

Fasilitator silatirahim dengan capres nomor 2 itu adalah Muhammad  Nadjid Maimoen atau  Gus Nadjid, putra tertua sang Kiai.

Potongan video amatir berdurasi 05:57 menit yang viral sejak Jumat (1/2/2019) malam, pun memantik kontroversi. 

Duduk tepat  di samping Joko Widodo, Kiai Sepuh ormas Nahdlatul Ulama (NU) ini justru mendoakan lawan presiden petahana, Prabowo Subianto.

Apa sih isi persis potongan doa dalam lafadz Arab itu?

Dia membacakan teks doa tertulis pada kertas kuning, yang sebelumnya didahului dengan doa untuk keselamatan bangsa dan untuk para pemimpinnya.

Semua doa dibacakan dalam Bahasa Arab,  lafadz yang diyakini paling mustajab dalam ajaran Islam.

Namun doa yang justru viral hanyalah yang potongan dengan kata "Raais dan Prabowo".

"Yaa Allah, hadza Ar-rais, hadza raais Prabowo, Ij’al ya Ilahanaa.."  

Terjemahannya kurang lebih "Ya Allah, pemimpin ini, ini pemimpin Prabowo, jadikan Ya Tuhan Kami,,"

Doa sang Kiai kemudian dilanjutkan, "Ijaal Ila Marrah tsaniyah..” (jadikan untuk kedua kalinya)."

Potongan doa kontroversi ini dibacakan akhir acara. 

Seusai sekitar seribuan hadirin mengamini doa Sang Kiai, Ketua DPP PPP H Romahurmuziy, datang membisik di telinga sang Kiai.

Kiai Moen memang juga masih menjabat Ketua Majelis Syariah DPP PPP, sejak dua dekader terakhir.

Nah, saat bersamaan pembawa acara sudah menyampaikan kalimat penutup acara.  

Si MC sudah mempersilahkan Jokowi, istri dan rombongan meninggalkan lokasi acara.

Lalu Romi, sapaan akrab Ketua DPP PPP datang membawa microphone.  

Jokowi yang melihat aksi Romi, melirik dan tersenyum. Itu di menit 05:04 dalam video viral.

Dengan mic di tangan kanan, Kiai maimun langsung mengoreksi dalam Bahasa Arab. 

"Hadza hua ma Prabowo, wa Hua Pak Jokowi. (Ini dia bukan Prabowo. Dan dia adalah Jokowi)."

Meski agak samar, terdengar; Sang Kiai berujar lagi dengan lirih dengan bahasa campuran Arab dan Bahasa Indonesia: "Ikhtiary alaa Pak Jokowi yang diduduk di samping saya. Saya ini sudah umur 90 tahun," kata Sang Kiai.

Dalam potongan video yang viral, kata "Saya 90 tahun" itu ada di klip menit ke-05:38. (*)

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Diserang #RomiMakelarDoa, Ketua Umum DPP PPP: Mbah Moen Salah Sebut Doa, http://makassar.tribunnews.com/2019/02/03/diserang-romimakelardoa-romi-sebut-mbah-moen-salah-lafal-doa?page=all.
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved