Berita dari Paser

Bupati Paser Perjuangkan Penambahan Sumur Bor, Per Sumur Bisa Dimanfaatkan 2.800 Warga

Bupati Paser Drs H Yusriansyah Syarkawi MSi terus memperjuangkan penambahan bantuan sumur bor di daerah yang ia pimpin pada 2019.

Bupati Paser Perjuangkan Penambahan Sumur Bor,  Per Sumur Bisa Dimanfaatkan 2.800 Warga
IST/HUMAS
Bupati Paser Yusriansyah menyaksikan penyerahan bantuan sumur bor dari Kementerian ESDAM. 

TRIBUNKALTIM.CO, PASER - Bupati Paser Drs H Yusriansyah Syarkawi MSi terus memperjuangkan penambahan bantuan sumur bor di daerah yang ia pimpin pada 2019. Hadirnya fasilitas air bersih ini diharapkan mampu mempercepat penyediaan air layak di beberapa desa yang kerap kesulitan air bersih, karena faktor alam dan infrastruktur.

Pada 2018 lalu, terdapat tiga titik bantuan sumur bor yang tersebar di beberapa desa di Kabupaten Paser. Tiga titik sumur bor itu berada di Sakurau Jaya, Atang Pait, dan Simpang Batu Sopang.

Bupati menjelaskan, secara umum kehadiran sumur bor itu sangat bermanfaat bagi banyak desa di Paser yang membutuhkan ketersediaan air bersih. Saat ini, pihaknya sedang mendata desa-desa mana yang layak diperjuangkan ke pusat.

Baca: BKAD Gelar Rekonsiliasi Data Keuangan, Berharap Pemkab Kubar Bisa Tingkatkan Opini WTP

"Kita upayakan, kalau ada sumber air baku. Saya sudah komunikasikan dengan pak Ikhwan Datu Adam (anggota Komisi VII DPR-RI). Bilangnya, silakan ajukan, nanti Paser akan dibantu," tutur Bupati saat menghadiri peresmian bantuan sumur bor oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Pondok Pesantren Nabil Husain, Samarinda, Jumat (1/2) lalu.

Penyediaan air layak, kata Bupati merupakan prioritas Pemkab Paser, selain penyediaan fasilitas listrik dan infrastruktur, yang kini dibangun bertahap untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Anggota DPR RI Komisi VII Ikhwan Datu Adam berjanji akan memperjuangkan hal itu. Dikemukakan, beberapa kriteria lokasi yang bisa segera direalisasikan, di antaranya, pesantren dan daerah yang sangat membutuhkan air bersih. Usulan itu, bisa ditembuskan langsung padanya, atau ke Kementerian ESDM.

Baca: Bupati Kubar Serahkan DPA kepada 9 Perwakilan SKPD, Pengadaan Barang dan Jasa Bisa Mulai Diproses

Program Nasional Kementerian ESDM ini sudah berlangsung sejak 2005 hingga 2018. Selama kurun waktu itu, sebanyak 2.288 unit sumur bor terbangun, dan tersebar di 33 provinsi, persisnya di 312 kabupaten dan kota di Indonesia. Fasilitas ini sudah dinikmati 6,6 juta penduduk.

Dijelaskan, Direktur Panas Bumi Kementerian ESDM Ida Nuryatin, khusus di Kaltim, tahun anggaran 2018 lalu, terdapat 38 titik sumur bor yang tersebar di 8 kabupaten/kota. Rinciannya, 4 titik di Samarinda, 5 di Balikapapan, 12 titik di Kutim, masing-masing 6 di Penajam Paser Utara, dan Kutai Kartanegara, 3 titik di Paser, masing-masing satu titik di Bontang dan Berau.

Baca: Gubernur Isran Tidak Gunakan APBD untuk Proyek Besar, tapi Bangun Konektivitas Antardaerah

Sumur-sumur bor itu memiliki spesifikasi teknis yakni, kedalaman 100-125 m, debit air rata-rata 2 liter per detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diameter 6 inci. Untuk mengangkat air ke permukaan, digunakan pompa selam Bedaya 3 PK dilengkapi dengan mesin generator set berkapasitas 12 kVa, dilengkapi rumah genset, pompa dan bak penampungan air berkapasitas 5 ribu liter. Setiap sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai 2800 penduduk. Air jernih dan sedikit tak berbau mengalir deras dari keran. (adv/dro)

Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved