DKP Klarifikasi Status WNI yang Sempat Ditahan di Malaysia

Warga Nunukan yang tertangkap itu hanya berstatus sebagai pekerja di areal rumput laut itu, bukan pemilik," kata Amir.

DKP Klarifikasi Status WNI yang Sempat Ditahan di Malaysia
(TRIBUNKALTIM/MUHAMMAD ARFAN)
Salah satu titik perairan Malaysia yang berbatasan dengan Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara diabadikan beberapa waktu lalu. 

DKP Klarifikasi Status WNI yang Sempat Ditahan di Malaysia

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Utara memberikan klarifikasi atas kasus penangkapan 22 petani rumput laut asal Nunukan oleh pihak keamanan Malaysia pada 20 Januari lalu.

Kepala DKP Kalimantan Utara Amir Bakri dalam keterangannya kepada awak media di Tanjung Selor, Senin (4/2/2019) menjelaskan, 22 warga Nunukan yang ditangkap karena masuk wilayah Malaysia tanpa dokumen resmi itu, tidak memiliki areal rumput laut di wilayah perairan Malaysia.

Mereka hanya bekerja di areal rumput laut milik pengusaha Malaysia bersama Hasan bin Husin.

"Yang punya izin rumput laut di wilayah Malaysia itu adalah orang Malaysia sendiri. Warga Nunukan yang tertangkap itu hanya berstatus sebagai pekerja di areal rumput laut itu, bukan pemilik," kata Amir di Kantor Gubernur Kalimantan Utara.

Polisi Amankan 12 Kilogram Sabu di Pulau Bekas Tempat Persembunyian Teroris Bom Bali

Tanding Sore Ini, Cek Harga Tiket Laga Kandang Mitra Kukar Vs Perseru Serui

Kesehatan Membaik, Vanessa Angel Dipindahkan ke Rutan Polda Jatim Hari Ini

Meski telah memiliki izin untuk menggarap budidaya rumput laut, pengusaha Malaysia berdasarkan peraturan negara Malaysia, tidak boleh mempekerjakan orang asing.

"Walaupun kita bersepupu dengan orang Malaysia, dalam bernegara, kita dianggap orang asing. Jadi pengusaha Malaysia itu diganjar hukuman karena mempekerjakan orang asing. Kedua, hasil rumput lautnya tidak bisa dijual ke Nunukan. Selama ini rumput laut Malaysia dijual ke Nunukan," kata Amir.

Pekerja rumput laut asal Nunukan saat diamankan oleh pihak keamanan Malaysia. Sedikitnya 22 orang pekerja rumput laut ini telah dibebaskan.
Pekerja rumput laut asal Nunukan saat diamankan oleh pihak keamanan Malaysia. Sedikitnya 22 orang pekerja rumput laut ini telah dibebaskan. ((HO/DKP KALIMANTAN UTARA))

Lantas 22 orang warga Nunukan yang sempat ditahap aparat keamanan Malaysia, kata Amir, sudah dibebaskan dengan jalan deportasi ke Nunukan.

Berkaca dari kejadian tersebut, DKP Kalimantan Utara meminta kepada masyarakat di perbatasan untuk mematuhi segala dokumen kewarganegaraan agar tidak terjadi hal serupa.

Untuk menghindari kasus pencaplokan wilayah, DKP Kalimantan Utara sebut Amir telah memasang penanda di laut sebagai batas areal bisa membudidayakan rumput laut. Itu juga dimaksudkan agar jalur pelayaran steril dan aman.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved