Pemkab Malinau Berharap Pertamina Menaikkan Kuota Elpiji Tahun Ini Sebanyak 30 Persen

Pemkab Malinau Berharap Pertamina Menaikkan Kuota Elpiji Tahun Ini Sebanyak 30 Persen

Pemkab Malinau Berharap Pertamina Menaikkan Kuota Elpiji Tahun Ini Sebanyak 30 Persen
TRIBUN KALTIM / GEAFRY NECOLSEN
Foto ilustrasi. Para petugas sedang menurunkan tabung elpiji 3 kilogram untuk dijual pada pelanggan. 

Pemkab Malinau Berharap Pertamina Menaikkan Kuota Elpiji Tahun Ini Sebanyak 30 Persen

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Kabar baik soal adanya penambahan kuota tabung gas elpiji 3 kilogram terus dinanti oleh masyarakat Malinau. Pasalnya, hingga saat ini terus saja terlihat panjangnya antrean masyarakat yang ingin membeli elpiji bersubsidi ini di pangkalan-pangkalan. Harapan penambahan kuota ini lebih besar, karena saat ini Malinau telah memiliki agen elpigi tiga kilogram sendiri.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi, Sekretariat Kabupaten (Setkab) Malinau, Yuli Triana mengungkakan, harapannya untuk kuota elpiji 3 kilogram Malinau dapat ditingkatkan oleh PT Pertamina. Harapan ini seperti harapannya tahun 2018 lalu, yang pada saat itu Pertamina mengabulkan permohonan peningkatan kuota elpigi 3 kilogram Malinau sebanyak 30 persen.

“Harapan kita sama seperti tahun sebelumnya. Tahun 2018, kita mendapatkan kenaikan kuota sebanyak 30 persen dari kuota sebelumnya. Sehingga, pada saat itu peningkatan elpiji 3 kilogram kita meningkat menjadi sebanyak 14 ribu tabung selama satu bulan. Nah, tahun ini kita mengharapkan ada kenaikan kuota elpiji lagi,” paparnya pada Tribun Kaltim.

Kuota sebesar itu, dibeberkan Yuli, sebelumnya didistribusikan oleh agen yang berdomisili di Samarinda, yakni Surya Bakti. Kemudian, baru-baru ini Kabupaten Malinau telah memiliki satu-satunya agen tabung gas elpiji 3 kilogram, yakni PT Nayla Persada Harapan Baru Malinau. Dimilikinya agen resmi ini, membuat kuota elpiji bersubsidi ini menjadi 19 ribu tabung gas perbulan.

“Saat ini, kita telah diberikan kuota sebesar 19 ribu tabung gas sebulan. Namun, tahun ini pula kita mengharapkan adanya penambahan kuota lagi sebanyak 30 persen seperti tahun sebelumnya,” ujarnya. Dengan seperti itu, diperkirakan tidak ada lagi antrean panjang masyarakat untuk membeli elpiji 3 kilogram ini.

Sebenarnya, diungkapkan Yuli, PT Nayla dan Surya Bakti sama-sama sebagai agen penyalur elpiji 3 kilogram untuk Malinau. Hanya saja, dibeberkan olehnya, sebelumnya seluruh kuota elpiji 3 kilogram ini disalurkan oleh Surya Bakti, saat ini agen Nayla juga memiliki peran untuk membantu penyalurannya. Sehingga, saat ini Malinau dilayani oleh dua agen.

“Mereka memiliki status yang sama. Sama-sama memenuhi kuota untuk Malinau. Cuman sekarang kan penyalurannya lebih banyak kepada Nayla. Sebab, Nayla agen yang ada di Malinau. Harapan kita, dengan adanya agen resmi sendiri kita akan lebih mudah mendistribusikan penyaluran elpiji ini ke Malinau dan kepada masyarakat,” tandasnya.

“Bulan Februari ini, kita akan memenuhi undangan dari Pertamina. Biasanya juga, pertemuan itu dilaksanakan pada Februari. Nah, disitulah momentum kami untuk menyampaikan uneg-uneg dan permohonan kami. Dalam momentum itu pula, kita mengharapkan adanya penambahan kuota dari Pertamina untuk Malinau,” lanjutnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved