Diskrimsus Polda Kaltara Ikut Awasi Distribusi BBM di SPBU

Kalau melanggar pernyataannya, dan terbukti melakukan praktek mengetap atau memodifikasi tangki kita pidanakan

Diskrimsus Polda Kaltara Ikut Awasi Distribusi BBM di SPBU
Science ABC
Jangan gunakan handphone di SPBU 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kepala Dinas ESDM Kalimantan Utara Ferdy Manurun Tanduklangi mengapresiasi Ditkrimsus Polda Kalimantan Utara yang ikut turun melakukan pengawasan distribusi BBM di SPBU di Kalimantan Utara.

Ferdy mengatakan, selain fokus mensosialisasikan larangan mengetap dan memodifikasi tangki kendaraan, Ditkrimsus Polda Kalimantan Utara juga berupaya agar pihak SPBU maupun Pertamina bisa menyiapkan armada yang cukup untuk menyalurkan BBM ke SPBU di daerah.

"Kami sangat salut apa yang dilakukan Ditkrimsus Polda. Armada pengangkut BBM juga salah satu permasalahan. Seharusnya ini tanggungjawab SPBU. Kalau memang tidak bisa, Pertamina yang menyiapkan," kata Ferdy kepada Tribunkaltim.co, Senin (4/2/2019).

Ia berpendapat, kurangnya armada akan mempengaruhi kelancaran kuota BBM per hari di SPBU. Hal itu akan berakibat antrean kendaraan dan rawan tindakan pengetap.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kalimantan Utara Kombes Pol Helmy Kwarta Kusuma Putra mengemukakan, jajarannya sudah sejak dua pekan lalu menggalakan operasi di lapangan untuk menghilangkan praktek pengetap dan modifikasi tangki kendaraan. Sosialisasi kepada masyarakat yang kerap mengetap dan menyita barang bukti tangki modifikasi terus dilakukan.

"Saya tidak akan mempidanakan kalau tidak terpaksa. Tangki dicopotin, dimodifikasi, kita peringati lagi. Jadi konteksnya peringatan," kata Kombes Pol Helmy kepada Tribunkaltim.co.

Peringatan diberikan dalam bentuk tertulis. Oknum warga yang melakukan kegiatan tersebut juga diwajibkan mengisi pernyataan tidak mengulang aktivitasnya itu.

"Kalau melanggar pernyataannya, dan terbukti melakukan praktek mengetap atau memodifikasi tangki kita pidanakan," tegasnya.

Kegiatan sosialisasi dan penyitaan barang bukti di lapangan akan terus diintensifkan sampai semua masyarakat pengguna kendaraan menikmati layanan pembelian BBM di SPBU dengan nyaman.

"Antrean panjang bisa menimbulkan masalah baru seperti kemacetan bahkan kecelakaan," ujarnya.

Kombes Pol Helmi Kwarta menambahkan, penyebab antrean panjang di SPBU adalah persoalan kompleks. Selain karena maraknya aktivitas pengetap, pasokan BBM pun terbatas.

Hasil penelusuran Ditreskrimsus di SPBU di Tanjung Selor misalnya, diketahui proses transportasi BBM ke SPBU tidak dilakukan secara maksimal karena armada transportasi kurang.

"Saya sudah sampaikan ke pemilik SPBU untuk mengajukan permohonan ke Pertamina untuk menyiapkan armada transportasi sendiri," katanya.

"Saya juga sudah sampaikan ke jajanan kami, kalau tidak ada jawaban Pertamina atas kekurangan pasokan yang disebabkan jumlah armada transport, dan tidak ada solusi untuk pihak SPBU agar mendapat tambahan BBM, maka perusahaan transportirnya atau penyalurnya akan kita pidanakan," tegasnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved