Tiongkok dan Korsel Biayai Studi Kelayakan KIPI di Kaltara

Kita sebetulnya sudah ada masterplan kawasan industrinya. Tetapi itu sifatnya masih global. Perlu didetilkan lagi

Tiongkok dan Korsel Biayai Studi Kelayakan KIPI di Kaltara
(TRIBUN KALTIM/ MUHAMMAD ARFAN)
Gubernur Kaltara Irianto Lambrie meninjau lokasi KIPI di Desa Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pembiayaan tahapan perencanaan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yakni Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning bakal dibiayai dana hibah dari Tiongkok dan Korea Selatan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kalimantan Utara, Risdianto menyatakan, tahapan perencanaan yang akan dibiayai oleh dua negara tersebut masing-masing penyusunan Feasibility Study (FS) Kawasan Industri dan FS Pelabuhan Internasional. Tak tanggung-tanggung, komitmen dana hibah yang disiapkan Tiongkok sebesar Rp 43 miliar.

Adanya komitmen hibah tersebut sebagai buah perjanjian kerjasama Indonesia-Tiongkok dalam Global Maritime Fulcrum-Belt and Road Initiative (GMF-BRI) atau One Belt One Road (OBOR).

"Kita sebetulnya sudah ada masterplan (rencana induk) kawasan industrinya. Tetapi itu sifatnya masih global. Perlu didetilkan lagi ke tahap FS, selanjutnya nanti lebih detil ke tahap DED (detail engineering design)," kata Risdianto kepada Tribunkaltim.co, Selasa (5/2/2019).

Selanjutnya, Korea Selatan akan menggelontorkan dana hibah lainnya, sebesar Rp 4,8 miliar untuk menyusun FS Pelabuhan Internasional di Tanah Kuning-Mangkupadi. Sebelumnya dalam pra-FS yang disusun Pemprov Kalimantan Utara, Pelabuhan Tanah Kuning dirancang menjadi Pelabuhan Samudera.

Rencana bantuan hibah dari dua negara tersebut kata Risdianto sebagai bentuk awal jalinan kerjasama investasi oleh pemerintah, lokasi investasinya ada di daerah. "Sekarang bantuan hibah tersebut sedang berproses kita harap dalam waktu dekat ini sudah ada tindak lanjut. Pak Gubernur sangat intens berkoordinasi dengan Pak Menko Kemaritiman," ujarnya.

Adanya FS Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional nanti, kata Riadianto, akan menjadi kunci awal bagi Investor-investor yang sejauh ini sudah menyatakan minat berinvestasi di KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi untuk merealisasikan rencananya dengan tahapan dan arah pengembangan yang terukur.

Untuk diketahui, KIPI Tanah Kuning-Mangkupadi merupakan proyek strategis nasional (PSN) di Kalimantan Utara yang tertuang dalam Perpres Nomor 56 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional. Sesuai perencanaan, kebutuhan lahan proyek ini mencapai 15 ribu hektare. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved