Satu Penderita DBD di Tarakan Meninggal Dunia

Mereka yang menderita DBD kebanyakan usia balita dan anak-anak. Daerah yang terkena DBD ini menyebar di semua kelurahan

Satu Penderita DBD di Tarakan Meninggal Dunia
HO
Seekor nyamuk betina Aedes aegypti menyedot darah manusia. Jenis ini dapat menularkan penyakit demam berdarah dengue, dan virus Zika. (James Gathany/Centers for Disease Control and Prevention) 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Ternyata Kota Tarakan tidak hanya harus waspada terhadap penyakit Leptospirosis yang penularannya melalui tikus. Namun juga harus waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang penularannnya melalui nyamuk Aedes Aegypti.

Data yang diterima Dinkes Kota Tarakan Januari 2019 ada 43 orang penderita DBD, 1 orang di antaranya meninggal dunia. Pasien DBD yang meninggal dunia ini berusia 3 tahun. Sedangkan Februari 2019 ada 8 orang penderita DBD.

"Mereka yang menderita DBD kebanyakan usia balita dan anak-anak. Daerah yang terkena DBD ini menyebar di semua kelurahan. Di antaranya Karang Anyar Pantai dan Sebengkok," ucap Kepala Dinkes Kota Tarakan, Subono Samsudi.

Untuk pencegahan DBD ini diharapkan masyarakat dapat melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSD) dengan cara 3 M plus. Pertama, menguras atau membersihkan penampungan air minum, drum dan bak air lainnya.

Kedua menutup rapat-rapat penampungan air. Ketiga, Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembang biakan nyamuk. Lalu plusnya menaburkan bio larvasida atau obat cair anti nyamuk di penampungan air. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved