Tiga Penderita Penyakit Leptospirosis di Tarakan Masih Jalani Perawatan

Alhamdulillah dengan adanya alat RDT cepat langsung diagnosa, sehingga kondisi pasien yang terakhir ini tidak langsung memburuk

Tiga Penderita Penyakit Leptospirosis di Tarakan Masih Jalani Perawatan
TRIBUN KALTIM/JUNISAH
Kepala Dinkes Kota Tarakan Subono Samsudi 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Masyarakat Kota Tarakan Provinsi Kaltara yang positif terjangkit penyakit Leptospirosis, terus bertambah.Berdasarkan data Dinas Kesehatan(Dinkes) Kota Tarakan, ada 5 orang yang penderita, 2 orang di antaranya meninggal dunia dan 3 orang masih dirawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

Kepala Dinkes Kota Tarakan, Subono Samsudi mengungkapkan, 3 orang yang masih dirawat inap di RSUD Tarakan karena pihak puskesmas cepat menangani. "Tiga orang ini langsung ditangani pihak puskesmas. Begitu diketahui suspect Leptospirosis cepat tangani," ucapnya, Rabu (6/2/2019) di Ruang Serbaguna Kantor Walikota Tarakan.

Subono mengatakan, meskipun jumlah penderita Leptospirosis terus bertambah, pihaknya tetap belum menyatakan kasus ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Pasalnya untuk menyatakan KLB merupakan kewenangan dari Wali Kota Tarakan.

"Kita belum tetapkan KLB karena itu pertimbangannya cukup banyak. Kita tidak mau menetapkan KLB karena ini dapat menimbulkan keresahan masyarkat. Apalagi pernyataan KLB itu juga kewenangan wali kota. Sehingga kita hanya meminta kepada masyarakat untuk waspada penyakit Leptospirosis," ungkapnya.

Menurut Subono, tiga orang yang sedang dirawat inap ini, karena dapat diagnosa secara dini melalui alat Rapid Diagnostic Test (RDT) Leptospira yang ada di puskesmas. Alat RDT ini merupakan bantuan langsung dari Kementerian Kesehatan.

"Alhamdulillah dengan adanya alat RDT cepat langsung diagnosa, sehingga kondisi pasien yang terakhir ini tidak langsung memburuk dan cepat ditangani. Berbeda denga dua orang kemarin, kondisinya sudah memburuk," ujarnya.

Subono menambahkan, upaya yang harus dilakukan masyarakat dalam mencegah penyakit Leptospirosis ini dengan menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Artinya parit-parit dan lingkungan tempat tinggal harus dibersihkan.

Seperti diberitakan beberapa waktu lalu, dua orang yang meninggal dunia akibat Leptospirosis karena kondisinya sudah memburuhk saat dibawa ke puskesmas. Dua orang ini tinggal di Gunung Lingkas dan Kampung Baru. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved