Demi Laut yang Bersih, KFC Tak Lagi Sediakan Sedotan Plastik

Dari sampah-sampah plastik berupa botol, tas plastik, kemasan makanan, dan sedotan, ia juga menemukan sachet bekas sambal dan saus KFC.

Demi Laut yang Bersih, KFC Tak Lagi Sediakan Sedotan Plastik
Kompas.com/Wisnubrata
Demi Laut yang Bersih, KFC Tak Lagi Sediakan Sedotan Plastik 

Gerakan ini bertujuan mengurangi penggunaan sedotan plastik, terutama di gerai-gerai KFC.

Mengapa sedotan?

Menurut Tenia yang juga pendiri sekaligus direktur eksekutif Yayasan Divers Clean Action, sedotan plastik adalah sampah laut terbesar ke-lima di dunia.

Jika Disahkan, Balikpapan Jadi Kota Pertama Miliki Perda Larangan Sedotan Plastik Serta Styrofoam

Di Indonesia sendiri diperkirakan ada 93 juta batang sedotan yang dipakai dan dibuang setiap hari.

"Bila dibentangkan, jumlah itu setara dengan 16.784 kilometer atau jarak dari Jakarta ke Mexico City," ujarnya dalam acara KFC Untuk Laut Indonesia di Serpong, Jumat (8/2/2019).

Selain itu, sedotan plastik adalah sampah yang tidak diambil pemulung karena nilai jualnya rendah.

"Pemulung lebih suka mengumpulkan botol plastik daripada sedotan yang sulit diambil," ujar Tenia.

Akibatnya sampah jenis ini banyak terbuang ke laut dan mengotorinya.

Kini, berkat munculnya berbagai gerakan, termasuk di KFC, terjadi pengurangan penggunaan sedotan secara signifikan, yaitu tersisa sekitar 38,8 juta per hari atau sepanjang 7.766 kilometer, hampir sama dengan jarak yang ditempuh bila kita melakukan perjalanan dari sabang sampai Merauke.

Larangan Sedotan Plastik dan Styrofoam di Balikpapan, PHRI Klaim Tak Takut Rugi

Meski begitu, membiasakan masyarakat untuk tidak menggunakan sedotan plastik saat jajan bukanlah perkara mudah.

Halaman
1234
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved