Kapolda Kaltara Prihatin Angka Kecelakaan Tinggi yang Melibatkan Pengendara Kaum Milenial

Kapolda Kaltara Prihatin Angka Kecelakaan Tinggi yang Melibatkan Pengendara Kaum Milenial

Kapolda Kaltara Prihatin Angka Kecelakaan Tinggi yang Melibatkan Pengendara Kaum Milenial
TRIBUN KALTIM / M ARFAN
Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit memberi sambutan saat bersosialisasi kegiatan Millenial Road Safety Festival, di Tanjung Selor, Sabtu (9/2). 

Kapolda Kaltara Prihatin Angka Kecelakaan Tinggi yang Melibatkan Pengendara Kaum Milenial

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara terus bersosialisasi secara massif menjelang kegiatan Millenial Road Safety Festival (MRSF) yang akan dilaksanakan di Taman Berkampung, Kota Tarakan pada 23 Maret mendatang.

Tak tanggung-tanggung, Kapolda Kalimantan Utara Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) Indrajit sangat intens turun ke lapangan mensosialisasikan kegiatan tersebut. Sasaran utamanya kata Kapolda, ialah kaum millenial di Kalimantan Utara.
"Kita ingin menanamkan kepada kaum millenial bahwasanya keselamatan berkendara harus menjadi kebutuhan. Jangan korbankan diri hanya karena tidak bisa mengimplementasikan keselamatan dalam berlalu-lintas," kata Kapolda, Minggu (10/2/2019) pada Tribun Kaltim.

Angka kecelakaan lalu lintas sebut Kapolda sudah sangat memprihatinkan. Rata-rata per bulan secara nasional kecelakaan di jalan mengakibatkan 80 orang meninggal dunia. Per jamnya rata-rata 2 hingga 3 korban meninggal dunia.

"Itu sangat memprihatinkan. Belum termasuk mereka yang luka-luka dan kerugian meteriil. Kita ingin di Kalimantan Utara sebagai provinsi baru, kesadaran berlalu lintas tertanam sejak dini. Mumpung penduduk dan jumlah kendaraan belum terlalu banyak seperti di kota besar," sebutnya.

Berkaca dari tingginya kasus meninggal dunia karena kecelakaan, Presiden pun memerintahkan Kapolri bersosialisasi kepada masyarakat yang ditindaklanjuti dengan gelaran MRSF secara serentak di Tanah Air. "Garis besar sosialisasinya ditujukan untuk kaum millenial karena memang korban umumnya kaum millenial," ujarnya.

Sebelumnya, Dirlantas Polda Kalimantan Utara Kombes Pol Noviar menjelaskan, beragam kegiatan menarik akan mengiringi agenda ini. Seperti safety riding, dance milenial, touring, festival musik, dialog, seminar, parodi, hingga pemutaran film pendek.

"Ada edukasi safety riding juga. Even olahraga juga termasuk seperti jalan santai. Sekaligus kegiatan itu akan menghidupkan UMKM. Untuk dance milenialnya kita harapkan bisa ditampilkan dalam bentuk kolosal," katanya.
Selain menggandeng pelajar SMP Kelas III, pelajar SMA, mahasiswa, Ditlantas Polda Kalimantan Utara juga akan meminta instansi-instansi pemerintahan, BUMN, dan swasta ikut dalam festival itu.

MRSF kata Noviar bukan milik Ditlantas. Tetapi milik semua masyarakat, utamanya kaum milenial. Kegiatan ini akan membawa pesan positif bahwasanya keselamatan dalam berlalu lintas merupakan kebutuhan.

"Ketaatan itu bukan sekadar menghindari tilang saja. Ada kebutuhan yang lebih dari itu, yaitu keselamatan," ujarnya.
Dari ilmu yang didapat di 'Milinial Road Safety' dapat diterapkan dalam sehari. Pada gilirannya kata Noviar, fatalitas kecelakaan juga bisa dikurangi. "Mohon maaf, dari tadinya ada korban jiwa, turun jadi korbal luka, atau hanya korban benda atau kendaraannya saja. Tetapi kita harus tetap bersama-sama upayakan zero accidents," ujarnya.

Kecelakaan lanjutnya, memang menjadi resiko pertumbuhan penduduk dan kendaraan yang mana pembangunan infrastruktur jalan belum tentu releven dengan pertumbuhan dua objek tersebut. "Kalau kita kelola dengan baik, mustahil kalau fatalitas kecelakaan tidak bisa kita tekan," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved