Perahu Pecah Tabrak Batu dan Jeram, Satu Orang Hilang di Sungai Bahau Malinau

Perahu Pecah Tabrak Batu dan Jeram, Satu Orang Hilang di Sungai Bahau Malinau

Perahu Pecah Tabrak Batu dan Jeram, Satu Orang Hilang di Sungai Bahau Malinau
ISTIMEWA
Masyarakat Pujungan saat akan mencari Darison, korban hilang dalam kecelakaan air di Jeram Telasau Dadu. 

Perahu Pecah Tabrak Batu dan Jeram, Satu Orang Hilang di Sungai Bahau Malinau

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Ganasnya jeram Sungai Bahau kembali menelan korban. Sekitar pukul 08.00 WITa, pada Sabtu (9/2/2019), diperkirakan perahu yang dikemudikan oleh dua orang motoris pecah setelah menghantam ganasnya Jeram yang biasa disebut oleh warga sekitar Jeram Telasau Dadu. Akibat kejadian itu, Darison Imang (50) dikabarkan hilang dan seorang penumpang lainnya selamat.

Kecelakaan air ini berawal dari adanya permintaan dua orang pejabat Inspektorat Malinau yang ingin menuju Desa Long Alango, Kecamatan Bahau Hulu dari Desa Long Pujungan Kecamatan Pujungan dengan menggunakan perahu. Atas permintaan tersebut, Darison Imang (50) sebagai motoris perahu dan Septianus Tului (44) sebagai juru batu bersedia mengantar menuju desa tujuan.

Baca: Akibat Sulitnya Pengangkutan, Kabupaten Malinau Kerap Dilanda Krisis Elpiji

Baca: Pemkab Malinau Berharap Pertamina Menaikkan Kuota Elpiji Tahun Ini Sebanyak 30 Persen

Sesuai jadwal, pengantaran akan dilaksanakan, pada Jumat (8/2/2019), pukul 13.30 WITA. Jarak tempuh dari Desa Pujungan-Desa Long Alango kurang lebih 3 jam perjalanan menggunakan perahu. Saat pengantaran, seluruh penumpang perahu berkapasitas 4 orang ini aman sampai ditujuan. Namun, sepulangnya dari desa tujuan itulah malapetaka tersebut terjadi.

Setelah sampai mengantar pejabat Inspektorat Malinau, meskipun sudah sore Darison dan Septianus memilih untuk langsung kembali ke Pujungan. Belum sampai di Pujungan, karena melihat waktu sudah menjelang malam keduanya memilih menginap di salah satu pondok yang dibangun warga sekitar di hulu Jeram Telasau Dadu.

“Mereka berdua memilih menginap dulu. Mereka juga berencana menjala dan memancing ikan di sekitar jeram itu. Nah, setelah semalam menginap, pada Sabtu (9/2), pukul 08.30 WITA, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke Pujungan,” ujar Kapolres Malinau, AKBP Bestari H Harahap melalui Kapolsek Pujungan, Ipda JS Arung Patandean saat dihubungi melalui telepon selular.

“Sesuai keterangan korban selamat, malam sebelum kejadian kecelakaan daerah tersebut diguyur hujan deras dan membuat aliran sungai dan jeram Telasau Dadu menjadi lebih ganas. Meski melihat itu, mereka berdua memilih kembali pulang ke Pujungan. Nah, pada saat itulah kecelakaan tersebut terjadi. Darison hilang sampai sekarang dan Septianus selamat,” lanjutnya pada Tribun Kaltim.

Selamatnya Septianus, diceritakan Arung, karena ia memberanikan diri loncat dari atas perahu saat perahu menabrak jeram dan batu sungai. Sedangkan Darison, dibeberkannya, berusaha ingin menyelamatkan perahu dari derasnya jeram. Karena arus jeram semakin ganas, dituturkan Arung, seketika itu pula Darison dan perahu terseret oleh arus.

“Septianus waktu itu sudah teriak-teriak, untuk meminta Darison terjun ke sungai sebelum perahu itu lebih jauh terseret arus dan masuk ke dalam jeram. Tapi, kata Septianus, Darison tidak mengindahkan permintaan Septianus. Akhirnya, Septianus berusaha berenang ke tepi sungai dan Darison berusaha mengeluarkan perahu dari seretan ars jeram. Tapi, tidak berhasil,” tandasnya.

“Baru Sekira pukul 10.00 WITA masyarakat Pujungan mendengar kabar kecelakaan itu. Dan kami langsung mengumpulkan sumber daya untuk melakukan pencarian, dengan batuan anggota Koramil, Pamtas dan pihak kecamatan. Pencarian kami hentikan saat telah memasuki waktu malam. Kemudian dilanjutkan usai masyarakat ibadah minggu,” lanjutnya lagi. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Reza Rasyid Umar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved