Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Balikpapan Kecewa Tarif Kargo Pesawat Naik, Begini Alasannya

Kebijakan kenaikan tarif kargo penerbangan membuat ketar-ketir para pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Balikpapan Kecewa Tarif Kargo Pesawat Naik, Begini Alasannya
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Aktivitas jasa pengiriman barang di bilangan Jl MT Hariyono Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim bernama Max Dirgantara. Usaha ini masih berlangsung normal pasca kenaikan tarif kargo pesawat. 

Laporan wartawan Tribunkaltim.co, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kebijakan kenaikan tarif kargo penerbangan membuat ketar-ketir para pelaku usaha di bidang ekonomi kreatif Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

Satu di antaranya, Martha Nalurita, pengusaha industri kreatif di Kota Balikpapan yang membuka usaha fashion bernama Samantha Project menyatakan kepada Tribunkaltim.co, Senin (11/2/2019). 

“Mau tidak mau, kenaikan kargo buat perubahan harga pasar saya,” ujarnya di Warung Kopi Masih Kecil, daerah Kampung Timur, Kecamatan Balikpapan Utara.  

Dia pun memang belum bisa memastikan pengaruh dampak dari kenaikan kargo.

“Belum kelihatan apakah mempengaruhi konsumen saya, apakah menurun atau tidak,” kata Atha, panggilan akrab Martha Nalurita. 

Atha, menambahkan, kenaikan harga kargo memang sudah dirasakan tetapi belum terlihat secara signifikan pengaruh penurunan konsumen. 

“Sudah bisa dirasakan. Biasa minta mengirim bahan baku dari harga Rp 250 ribu sekarang jadi harga Rp 275 ribu,” ujarnya. 

Usaha industri kreatif Atha bergerak di bidang fashion yang merancang busana zaman trendi, bernuansa khas unik, konsep busananya spesial tiada ada yang lain.

Selama ini pasokan bahan baku produksinya masih mengandalkan dari luar Kota Balikpapan, tidak tersedia ada di Provinsi Kalimantan Timur.

Barang-barang masih banyak impor dari pulau Jawa. 

“Kain batik, kain lurik, masih saya ambil dari jawa. Di sini belum ada. Mau tidak mau andalkan pengiriman barang dari luar,” kata Atha. 

Biasanya, Atha memilih jasa pengiriman barang ke perusahaan kargo yang murah meriah, yang mengandalkan jalur laut, sebab cara ini bisa dibilang bisa hemat meski harus berhari-hari barangnya bisa tiba di Kota Balikpapan. 

Berdalih Biaya Operasional Membengkak, Garuda Indonesia Akui Naikkan Harga Kargo 50 Persen

“Kasihan itu barang sudah jadi, konsumen saya dari luar daerah minta kirim ke luar pakai kargo. Konsumen saya harus tanggung biaya pengiriman yang lumayan mahal, yang sudah naik,” tuturnya.   (*)

Penulis: Budi Susilo
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved