Permukiman dan Mangrove Masuk HGU, Ini Permintaan Masyarakat ke BPN

Pasalnya, dari 4.000 ha luas lahan HGU hanya 1.221,73 ha yang sudah digarap sementara 3.124,32 ha belum digarap atau ditelantarkan.

Permukiman dan Mangrove Masuk HGU, Ini Permintaan Masyarakat ke BPN
TRIBUN KALTIM/SAMIR
Ratusan masyarakat dari Kelurahan Gersik, Pantai Lango, Jenebora, Riko, Kecamatan Penajam dan Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku menggelar aksi demonstrasi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) PPU. 

Laporan wartawan tribunkaltim. Co, Samir Paturusi

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM -  Ratusan masyarakat dari Kelurahan Gersik, Pantai Lango, Jenebora, Riko, Kecamatan Penajam dan Kelurahan Maridan, Kecamatan Sepaku menggelar aksi demonstrasi di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Penajam Paser Utara (PPU), yang menuntut pengukuran ulang lahan Hak Guna Usaha PT Tri Teknik Kalimantan Abadi (TKA).

Pasalnya, dari 4.000 ha luas lahan HGU hanya 1.221,73 ha yang sudah digarap sementara 3.124,32 ha belum digarap atau ditelantarkan, dan bahkan sebagian masuk wilayah pemukiman warga dan hutan mangrove.

Aksi yang dilakukan ratusan warga ini mendapat pengamanan dari Polres PPU.

Setelah melakukan orasi, kemudian perwakilan warga melakukan pertemuan dengan pejabat BPN PPU.

Dalam pertemuan itu, warga menuntut agar seminggu setelah pertemuan ini, BPN turun melakukan pengukuran ulang di lahan HGU.

Juru bicara warga Mujiono mengatakan, tuntutan warga ini juga sudah pernah disampaikan tahun 2017 lalu namun sampai sekarang belum ada hasil.

Ia mengatakan, lahan konsensi yang dimiliki PT TKA mencapai 4.000 ha lebih yang tersebar di lima kelurahan.

Namun hanya 1.221,73 ha yang telah diharap dan ditanami kelapa sawit.

Sementara sisanya 3.124 ha belum diharap.

Halaman
12
Penulis: Samir
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved