Terbang dari Jakarta Wita Pilih Sriwijaya karena Bagasi tak Berbayar

Kami melihat penumpang yang berangkat dari bandara Juwata Tarakan hampir semuanya sudah memahami

Terbang dari Jakarta Wita Pilih Sriwijaya karena Bagasi tak Berbayar
kolase/en.eyeni.biz
Ilustrasi - Sriwijaya Air 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Meskipun maskapai penerbangan Lion Air dan Wings Air telah menerapkan kebijakan bagasi berbayar, namun hingga saat ini jumlah penumpang yang menggunakan maskapai ini tetap seperti biasa.

"Sejauh ini untuk seat maskapai penerbangan kita terisi kurang lebih 65 persen. Misalnya untuk hari ini saja, dari kapasitas 180 seat, untuk rute Tarakan-Surabaya terisi 170 seat. Sedangkan rute Tarakan -Makasar terisi 167 seat," ucap Airport Manager Lion Air Tarakan Muhammad Arief, Minggu (10/2/2019)

Arief mengungkapkan, apabila terjadi penurunan penumpang, bukan berarti karena adanya kebijakan bagasi berbayar. Namun saat ini sedang low season. "Kalau low season, pastinya sepi karena saat ini bukan masuk hari liburan ataupun ada event-event nasional," ujarnya.

Arief mengatakan, penumpang yang berangkat dari Tarakan menuju beberapa daerah di Indonesia, sebenarnya telah memahami kebijakan bagasi berbayar yang telah diterapkan pihaknya. Sebab mulai dari awal kebijakan bagasi berbayar ditetapkan 22 Januari lalu sampai saat ini, belum ada penumpang yang protes, karena sudah memahami kebijakan bagasi berbayar tersebut.

"Kami melihat penumpang yang berangkat dari bandara Juwata Tarakan hampir semuanya sudah memahami. Mereka terlebih dahulu melakukan prepaid bagasi di travel dan di website kita. Ada juga yang melakukan prepaid bagasi enam jam sebelum keberangkatan," ujarnya.

Berbeda dengan Wita, salah satu penumpang yang tiba di Bandara Juwata Tarakan, setelah liburan imlek di Jakarta. Wita mengaku, lebih memilih menggunakan maskapai Sriwijaya Air daripada Lion Air, karena adanya kebijakan bagasi berbayar yang diterapkan Lion Air.

"Saya pilih pulang ke Tarakan dari Jakarta, menggunakan Sriwijaya Air, karena tidak ada bagasi berbayar Kalau menggunakan Lion Air tuh ada bagasi berbayar. Mana saya pulang ke Tarakan ada lima orang, saya, suami dan tiga anak. Kalau pakai Lion Air sudah berapa tuh bagasi yang harus saya bayar. Lagian juga harga tiketnya hanya selisih Rp 100 ribu dari Lion Air, jadi pilih Sriwijaya Air saja bagasinya tidak bayar," ungkapnya.

Wita berharap, mudah-mudahan maskapai penerbangan Sriwijaya Air tidak menerapkan bagasi berbayar, seperti yang dilakukan Lion Air. Pasalnya bagasi berbayar ini sangat memberatkan penumpang, karena harga tiket saja sudah mahal.

"Harga tiket saja sudah mahal, masa disuruh bayar lagi bagasinya. Saya harap Sriwiajaya Air jangan menerapkan bagasi berbayar seperti Lion Air. Karena saya ini bersama keluarga biasanya sering pergi liburan keluar kota," ujarnya. (*)

Penulis: Junisah
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved