Usai Demonstrasi Ricuh, Ini Pernyataan Resmi Kepolisian Balikpapan

Namun ada tuntutan pendemo yang belum terpenuhi. Mereka meminta kehadiran ketua DPRD Balikpapan.

Usai Demonstrasi Ricuh, Ini Pernyataan Resmi Kepolisian Balikpapan
Tribunkaltim.co/ Siti Zubaidah
Para mahasiswa dari berbagai aliansi, lakukan demo di depan Kantor Pemkot dan DPRD Balikpapan, Senin (11/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Fitra menyayangkan terjadinya benturan antara mahasiswa dan aparat, Senin (11/2/2019)

"Dari awal adik-adik mahasiwa mengajukan permohonaan. Kami imbau ini adalah aksi damai dan akan kita kawal menyampaikan aspirasi ke dewan, pemkot atau Polri," katanya usai aksi unjuk rasa berakhir.

Lebih lanjut, sebenarnya kegiatan unjuk rasa awalnya berjalan kondusif sampai siang.

Namun ada tuntutan pendemo yang belum terpenuhi. Mereka meminta kehadiran ketua DPRD Balikpapan.

"Kita masih sama-sama menunggu. Mereka tak sabar. Mereka turun ke jalan menggangu aktivitas umum. Pengendara terganggu tak bisa lewat. Kita sudah kasih imbauan ke mahasiswa jangan mengganggu kepentingan yang lain," ungkapnya.

Kepolisian tak bisa mengelak. Terjadi kontak fisik antar kedua belah pihak.

Pihaknya mengaku sudah mengambil tindakan sesuai protap kepolisian, lantaran massa dianggap menggangu ketertiban umum masyarakat.

Korban unjuk rasa tak hanya dari kalangan mahasiswa.

Baca juga:

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved