Berita Video

VIDEO - Akui Menyesal Bunuh Istri, Taufik Terancam Dipenjara Seumur Hidup

Hingga akhirnya tersangka menghentikan kendaraannya dan mendorong almarhum sampai terjatuh ke tanah. Kemudian mencekik leher sampai wajah almarhum

VIDEO - Akui Menyesal Bunuh Istri, Taufik Terancam Dipenjara Seumur Hidup
Tribunkaltim/margaret
Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan saat memberi keterangan pers terkait kasus pembunuhan di Kecamatan Muara Wahau 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Margaret Sarita

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Tak perlu waktu lama, kasus pembunuhan di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, langsung terungkap. Mayat wanita yang ditemukan di tepi sungai belakangan diketahui bernama Eva, warga asal Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser dan sudah dimakamkan pihak keluarga di kampungnya.

Taufik, suami korban pun langsung diamankan setelah mengaku sebagai pelaku pembunuhan sang istri. Dari Polsek Muara Wahau, ia digelandang ke Polres Kutim untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Sangat, sangat menyesal sekali. Tidak tahu apa yang ada di pikiran saat itu. Pastinya, saya sangat emosi mendengar permintaan cerai dari istri saya, hingga hal itu terjadi begitu saja,” ungkap Taufik, saat dimintai keterangan usai jumpa media terkait kasusnya di Polres Kutim, Senin (11/2/2019).

Baca: VIDEO - Puluhan Pendemo Tutup Sebagian Jalan Jendral Sudirman Balikpapan

Saat ini, kata Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan yang didampingi Kasatreskrim AKP Yuliansyah dan Kapolsek Muara Wahau, AKP Sukirno, kasus tersebut masih dalam tahap melengkapi berkas.

“Tersangka bersama barang bukti sudah diamankan.Berkas pemeriksaan sedang dirampungkan. Selanjutnya, kita masih perlu melakukan rek ulang kejadian ini, sebelum melimpahkan tersangka ke Kejari Kutim, untuk proses lebih lanjut menuju persidangan,” ujar Teddy.

Atas perbuatan tersebut, menurut Teddy, tersangka dijerat pasal 338 KUH Pidana tentang menghilangkan nyawa orang lain. Dengan ancaman hukuman 15 tahun atau kurungan seumur hidup.

Baca: Spesialis Curat Jalanan Diciduk Aparat, Modus Buntuti Kendaraan Korban

“Perbuatan tersangka cukup sadis. Selain membunuh istrinya dengan mencekik leher, ia juga menenggelamkan wajah istrinya ke lumpur di tepi sungai untuk memastikan istrinya telah meninggal. Semua perbuatannya itu dilakukan di depan anak semata wayangnya yang masih balita,” beber Teddy.

Seperti diketahui, gara-gara dering telepon yang tak henti-henti, tersangka meminta sang istri mengangkat teleponnya. Saat itu, keduanya tengah berkendara menuju rumah kawan di kampung sebelah. Namun, almarhum tak mau mengangkatnya.

Dari situ, cekcok mulut tak terhindarkan. Hingga akhirnya tersangka menghentikan kendaraannya dan mendorong almarhum sampai terjatuh ke tanah. Kemudian mencekik leher sampai wajah almarhum kebiruan. Tak sampai di situ saja, tubuh almarhum kemudian diseret ke tepi sungai dan ditenggelamkan sebagian tubuhnya. Peristiwa ini terjadi 29 Januari 2019 lalu.

Baca: Ini Cara Login Ssp3k.bkn.go.id, Formasi PPPK 2019 via sscasn.bkn.go.id hingga Solusi Masalah P3K

Jenazah almarhum baru ditemukan 3 Februari 2019, pagi. Saat warga sekitar, Sukadri alias Bagong dan Ripul akan memancing di Sungai Miau. Begitu melalui jalan setapak di areal konservasi Desa Muara Wahau, keduanya melihat tubuh seseorang tak dikenal di dalam parit di bawah jembatan. Mereka pun langsung melapor ke pihak kepolisian. Karena tidak ada tanda pengenal sama sekali, gambar penemuan jenazah tersebut langsung menyebar di dunia maya. Hingga akhirnya dilihat pihak keluarga dan tetangga korban.

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved