Dua Pakar Nasional Bicara Soal Perekonomian Kaltim, Begini Pandangannya

Tanpa terobosan baru, perekonomian Kaltim yang masih sangat bertumpu pada sumber alam tak terbarukan, akan stagnan.

Dua Pakar Nasional Bicara Soal Perekonomian Kaltim, Begini Pandangannya
(TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
Pakar kebijakan Pengelolaan sumber daya alam hutan, Prof BUstanul Arifin (tengah) bersama Prof Hariadi Kartodiharjo (kanan) menjadi pembicara Talkshow Menuju Pengelolaan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam Kaltim yang Berdaulat di Lamin Etam Kantor Gubernur Kaltim jalan Gajah Mada Kota Samarinda, Kalimantan TImur, Selasa (12/2/2019). 

Dua Pakar Nasional Bicara Soal Perekonomian Kaltim, Begini Pandangannya

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kaltim memerlukan sumber-sumber ekonomi baru, untuk memacu perekonomian daerah.

Tanpa terobosan baru, perekonomian Kaltim yang masih sangat bertumpu pada sumber alam tak terbarukan, akan stagnan.

Hal ini diungkapkan Prof Bustanul Arifin pakar kebijakan pengelolaan pangan dan pertanian, yang menjadi narasumber Talkshow garapan Himpunan Alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) di Kaltim, Selasa (12/2/2019).

Ketua KPU Kaltara Duduki Kotak Suara Pemilu dari Bahan Duplex, Ini Hasilnya

WNA Asal India Tewas di Kamar Hotel, Polisi Dapati Miras di Kamar Korban

Kementerian PUPR Lakukan Pendataan Lahan untuk Jembatan Tol Balikpapan-PPU

Menurut Bustanul, Kaltim merupakan daerah di Indonesia dengan potensi ekonomi luar biasa. Indikatornya adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHK) mencapai Rp 638 triliun, pada 2018, lalu.

Namun, di sisi lain, pertumbuhan ekonomi 2018 Kaltim, yang sebesar 2,67 persen, justru menjadi yang paling rendah di Kalimantan.

"Pertumbuhan ekonomi lambat kemungkinan ada sektor ekonomi yang memang sudah sulit diangkat," kata Bustanul.

Bustanul menyarankan Kaltim menggarap sektor ekonomi baru, yang selama ini belum mendapat porsi perhatian serius. Contohnya pariwisata.

"Tentunya pariwisata yang modern, profesional, namun tetap melibatkan masyarakat. Bentuknya bisa saja ecotourism. Kalau tidak ada hal baru, maka akan begini-begini saja," ucapnya.

Tayang Perdana di Hari Valentine, Ini Sinopsis Film Antologi Rasa, Cek Trailernya

Demo RPU di Balikpapan Berakhir Rusuh, Berikut Daftar Korbannya

Truk Rusak Akibat Diinjak Pendemo, Warga Balikpapan Ini Buat Laporan Polisi

Pembangunan ekonomi Kaltim, lanjut Bustanul, juga harus diarahkan pada pembangunan ekonomi yang mendatangkan nilai tambah.

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved