Kaltim Ingin Bangun Bank Syariah Baru, Ini Saran dari OJK

"Lebih baik dari itu (spin of UUS Bankaltimtara) saja. Kalau dari spin of, modal yang diperlukan bukan Rp 3 triliun untuk membangun BUS," katanya.

Kaltim Ingin Bangun Bank Syariah Baru, Ini Saran dari OJK
(TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
Pejabat dan karyawan Bankaltimtara Syariah melayani nasabah di Bankaltimtara Syariah jalan Ahmad Yani Kota Samarinda, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu Selasa (5/92018). 

Kaltim Ingin Bangun Bank Syariah Baru, Ini Saran dari OJK

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Membentuk Bank Umum Syariah (BUS) baru bukan perkara mudah.

Diperlukan modal sekitar Rp 3 triliun untuk mewujudkan hal itu.

Hal ini diungkapkan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Dwi Ariyanto, menanggapi wacana pembentukan Bank Kalimantan Syariah, yang dilontarkan Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Kaltim, Hadi Mulyadi.

Dua Pakar Nasional Bicara Soal Perekonomian Kaltim, Begini Pandangannya

Ketua KPU Kaltara Duduki Kotak Suara Pemilu dari Bahan Duplex, Ini Hasilnya

WNA Asal India Tewas di Kamar Hotel, Polisi Dapati Miras di Kamar Korban

Dwi pun menyarankan, sebaiknya MES berkolaborasi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) dalam membangun BUS.

Dwi menjelaskan, Bankaltimtara saat ini memiliki Unit Usaha Syariah (UUS). Dalam rencana bisnis bank milik daerah tersebut, kata Dwi, Bankaltimtara akan memisahkan UUS-nya untuk menjadi BUS, atau yang dikenal dengan istilah Spin of.

"Lebih baik dari itu (spin of UUS Bankaltimtara) saja. Kalau dari spin of, modal yang diperlukan bukan Rp 3 triliun untuk membangun BUS. Tapi hanya Rp 1 triliun," ungkap Dwi.

Menurut Dwi, Bankaltimtara saat ini sudah menyiapkan sekitar Rp 500 miliar untuk proses Spin of tersebut. "Untuk menjadi BUS baru kan kurang Rp 500 miliar lagi. Nah, ini bisa didorong oleh Pak Wagub (Hadi Mulyadi, Ketua MES Kaltim). Tapi ya tidak tahu ya kalau memang Pak Wagub mau bikin BUS baru," kata Dwi.

Karyawati Bankaltimtara Syariah melayani nasabah di Bankaltimtara Syariah jalan Ahmad Yani KOta Samarinda beberapa waktu lalu Selasa (5/92018).
Karyawati Bankaltimtara Syariah melayani nasabah di Bankaltimtara Syariah jalan Ahmad Yani KOta Samarinda beberapa waktu lalu Selasa (5/92018). (Tribunkaltim.co/Nevrianto)

Seperti diketahui, beberapa tahun lagi, semua Bank Umum Konvensional (BUK) yang memiliki UUS, harus melakukan spin of, atau pemisahan badan usaha.

Ada beberapa opsi pemisahan yang mungkin dilakukan Bankaltimtara. Pertama mendirikan BUS sebagai anak perusahaan. Kedua menjual UUS yang ada kepada bank syariah yang sudah eksis, dan ketiga, bergabung dengan bank lain yang punya UUS, untuk membentuk BUS bersama.

Beberapa waktu lalu, Direktur Syariah dan Human Capital Bankaltimtara, Hairuzzaman, mengungkapkan saat ini Bankaltimtara sedang menyiapkan pembangunan Bankaltimtara Syariah. Selama ini, kata Hairuzzaman, bidang keuangan syariah hanya menjadi unit usaha pada Bankaltimtara.

"Sekarang inikan Bankaltimtara punya Unit Usaha Syariah (UUS). Sesuai aturan perundang-undangan, setelah 15 tahun, UUS ini harus menjadi bank tersendiri," kata Hairuzzaman.

Dirawat Inap di RS Bhayangkara, 1 Mahasiswa Harus Jalani CT Scan Pasca Bentrok Demo RPU

Nur Khalim Guru Honor yang Ditantang Siswa, Didatangi Caleg hingga Bakal Diberi Uang Hotman Paris

Direncanakan, Bankaltimtara Syariah akan beroperasi di 2020 mendatang. Pada 2019, kata Hairuzzaman, Bankaltimtara akan membangun gedung baru untuk Bankaltimtara Syariah.

"Gedung baru akan kita bangun di 2019. Saat ini juga kita (UUS) sudah punya 17 kantor cabang pembantu (KCP), dua kantor cabang dan satu lagi nanti mau bangun di Tanjung Selor," kata Hairuzzaman.

Sebelumnya, Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi yang juga menjabat sebagai Ketua MES Kaltim, mewacanakan pembentukan Bank Kalimantan Syariah. Wagub bakal mengajak 3 provinsi lain di Pulau Kalimantan untuk patungan membentuk Bank Kalimantan Syariah tersebut. (*) 

Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved