Kapolda Kaltara Geram Jabatannya Dicatut Oknum Tak Bertanggungjawab

"Ini bukan pribadi saya yang tidak terima, tetapi berdampak pada kredibilitas Polda Kalimantan Utara," ujarnya.

Kapolda Kaltara Geram Jabatannya Dicatut Oknum Tak Bertanggungjawab
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Kapolda Kaltara, Brigjen Pol Indrajit. 

Kapolda Kaltara Geram Jabatannya Dicatut Oknum Tak Bertanggungjawab

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kapolda Kalimantan Utara Brigjen Pol Indrajit meminta Kapolres Bulungan untuk memproses hukum oknum-oknum yang lakukan pencatutan nama Kapolda demi melancarkan usaha atau kegiatannya.

Kapolda Brigjen Pol Indrajit merasa pihak yang dirugikan atas pencatutan pangkat Kapolda oleh oknum yang dianggap meminta bayaran rendah di kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan.

"Ini kan merusak nama saya sebagai Kapolda. Kalau nama saya rusak, wibawa Kapolda enggak ada, kepercayaan masyarakat kepada Polda Kalimantan Utara akan terganggu," kata Kapolda, Selasa (12/2/2019).

Dua Pakar Nasional Bicara Soal Perekonomian Kaltim, Begini Pandangannya

Kaltim Ingin Bangun Bank Syariah Baru, Ini Saran dari OJK

Ketua KPU Kaltara Duduki Kotak Suara Pemilu dari Bahan Duplex, Ini Hasilnya

Kapolda mengkhawatirkan, aksi-aksi menyimpang yang mengatasnamakan Kapolda ikut tersebar di sejumlah daerah.

"Saya merasa difitnah, kepercayaan masyarakat kepada Polda sendiri akan berkurang. Makanya saya katakan ini fitnah, saya harus klarifikasi," ujarnya.

"Makanya saya perintahkan Kapolres untuk tangkap oknum yang mengatasnamakan Kapolda," tambahnya.

Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit (tengah) saat diwawancarai sejumlah wartawan
Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit (tengah) saat diwawancarai sejumlah wartawan (TRIBUN KALTIM / JUNISAH)

Ia meminta masyarakat melaporkan langsung kepadanya jika ada pihak-pihak yang mengatasnamakan Kapolda untuk mencari keuntungan pribadi. Kapolda sendiri telah menyebar nomor kontak kepada masyarakat pada Senin (11/2/2019) malam di Lapangan Agats, Tanjung Selor.

"Enak sekali, saya tidak tahu apa-apa, dia yang mengambil uang dengan mengatasnamakan Kapolda. Ini bukan pribadi saya yang tidak terima, tetapi berdampak pada kredibilitas Polda Kalimantan Utara," ujarnya.

Jika kredibilitas Polda menurun, lanjutnya, maka masyarakat cenderung tidak mendukung program yang dijalankan Polda.

Dirawat Inap di RS Bhayangkara, 1 Mahasiswa Harus Jalani CT Scan Pasca Bentrok Demo RPU

"Bukan saya benci atau marah, tetapi berdampak pada institusi. Kita akan buktikan nanti. Nanti teman-teman media dan masyarakat juga memonitor, siapa orang yang mengatasnamakan Kapolda," ujarnya. (*) 

Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved