Berita Video

VIDEO - Ratusan Napi Bontang Mendadak Demam Tinggi dan Pusing

“Awalnya cuman 4 orang. Kami kasih paracetamol saja,” ujae Agus Salim kepada wartawan saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (12/2/2019).

VIDEO - Ratusan Napi Bontang Mendadak Demam Tinggi dan Pusing
Tribunkaltim/ichwal
Petugas medis dari Puskesmas Bontang Lestari memeriksa sampel darah yang telah diambil dari Napi yang dirawat. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Ichwal Setiawan

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Sebanyak ratusan Narapidana di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas III A Bontang harus mendapatkan penanganan intensif dari petugas medis.

Mereka mendadak demam tinggi sejak Sabtu (9/2/2019) malam. Napi satu persatu menderita demam tinggi dan mual-mual. Tim medis dari Puskesmas Bontang Lestari disiagakan sejak Senin (11/2/2019) malam untuk merawat pasien.

Kepala Sub Seksi Pembinaan Lapas Bontang, Agus Salim mengatakan mulanya para napi mengeluhkan demam dan pusing. Jumlahnya tak banyak, hanya satu dua orang saja.

Petugas yang berjaga memberikan penanganan sederhana, mereka diberikan obat penurun demam dan pusing. “Awalnya cuman 4 orang. Kami kasih paracetamol saja,” ujae Agus Salim kepada wartawan saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (12/2/2019).

Tiba-tiba jumlah napi yang meriang dan sakit kepala bertambah. Jumlah mereka mencapai puluhan. Pada Minggu (10/2/2018) malam, sekitar 50an napi alami gejala yang sama.

Pihak lapas segera memanggil petugas medis dari RSUD Bontang. Para pasien ditangani oleh petugas medis dan mendapat perawatan. “Mereka disuntik dan diberi obat-obatan,” ujarnya.

Teror penyakit belum selesai keesokan hari. Napi masih banyak dirawat karena alami gejala demam dan sakit kepala. Walikota Bontang, Neni Moerniaeni serta petugas medis dari rumah sakit datang untuk melihat kondisi pasien.

Walikota Neni mengatakan, kondisi para napi memang terlihat lemah. Mata mereka terlihat cekung akibat demam tinggi dan kekurangan cairan (dehidrasi).

Menurut Neni, penyakit para napi masih dipelajari. Petugas medis, mengambil sampel darah untuk mendeteksi jenis penyakit.

“Saya semalam (Senin 11/2/2019) sampai jam 11 di sana. Kalau saya lihat kondisinya napi harus peningkatan gizi dan sirkulasi udara harus dibersihkan,” ujar Neni kepada wartawan.

Simak Videonya :

(*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved