Fadli Zon Komentari Presiden Jokowi yang Dianggap Suka Baca Doraemon dan Sinchan

Ia mengatakan bahwa pemimpin dan pendiri bangsa Indonesia rata-rata merupakan pemikir dan pejuang.

Fadli Zon Komentari Presiden Jokowi yang Dianggap Suka Baca Doraemon dan Sinchan
KOMPAS.com/Ryana Aryadita)
Politisi Gerindra Fadli Zon (kemeja putih) dan Fahri Hamzah (kemeja coklat motif) saat mengunjungi musikus Ahmad Dhani di Rutan Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (6/2/2019). 

Fadli Zon Komentari Presiden Jokowi yang Dianggap Suka Baca Doraemon dan Sinchan

TRIBUNKALTIM.CO - Belum selesai polemik Puisi Fadli Zon yang berjudul Doa yang Ditukar, kali ini kembali ramai komentar yang diberikan oleh Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

Komentar yang kemudian ramai ini bernada menyindir Presiden Jokowi yang mengaku sering membaca komik Doraemon dan sinchan.

Ia mengatakan bahwa pemimpin dan pendiri bangsa Indonesia rata-rata merupakan pemikir dan pejuang.

Puisi Doa yang Ditukar Milik Fadli Zon Dianggap Lebih Banyak Kata Politis Daripada Puitis

Reaksi Ariel Noah saat Rossa Lihat Akting Pevita Pearce di Video Klip Hidup Untukmu Mati Tanpamu

Marko Simic Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Dulu Disebut Pernah Kirim Foto Tanpa Baju Atasan

Tidak hanya membaca mereka juga menuliskan buku, mulai dari Muhammad Hatta, Soekarno, Sutan Syahrir, hingga Tan Malaka.

"Kita tidak temukan tokoh pendiri bangsa yang tidak membaca dan menulis," ujar Fadli dalam diskusi di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta, Selasa, (12/2/2019).

Menurut Fadli baru kali ini Indonesia memiliki presiden yang bacaannya tokoh kartun Jepang yakni Doraemon dan Sinchan. Hal itu sangat menyedihkan dan sangat jauh berbeda dengan pemimpin-pemimpin sebelumnya.

"Baru sekarang kita punya presiden bacanya Doraemon dan Sincan. Nah makanya ini sebuah tragedi perjalanan bangsa, karena kalau dulu mereka tuh membaca luar biasa. Indonesia merdeka, Indonesia free 1927 indonesia belum ada belum republik tapi bung Hatta sudah tulis itu," katanya.

Fadli Zon mengatakan bahwa seorang pemimpin adalah pemikir. Ia seorang nahkoda yang akan membawa arah bangsa. Oleh karena itu penting bagi seorang pemimpin untuk mengetahui banyak hal dengan membaca.

"Jadi kalau kita melihat semua, pemimpin adalah pemikir dan penulis, karena untuk membawa sebuah bangsa dan cita-cita itu, dia harus tahu apa yang dipikirkan, ini mau dibawa ke mana. Tapi kalau dia tidak tahu ini lah yang bahaya. Ibaratnya nahkoda kapal, nahkoda ini engga tahu, akhirnya muter-muter di laut, lalu kehabisan BBM, kapalanya bisa karam. Pulau tujuan yang mau dicapai tidak tercapai," pungkasnya.

Salah satu adegan di Film Doraemon: Stand By Me
Salah satu adegan di Film Doraemon: Stand By Me (INTERNET)
Halaman
12
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved