Kartu BPJS Kesehatan PBI APBD Belum Tercetak, Ini Jalur yang Ditempuh agar Tetap Gratis

Meski belum didaftarkan kata Arnold, data mereka sudah terdaftar sehingga sudah bisa menunjukkan KTP saat berobat di Puskesmas.

Kartu BPJS Kesehatan PBI APBD Belum Tercetak, Ini Jalur yang Ditempuh agar Tetap Gratis
BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan 

Kartu BPJS Kesehatan PBI APBD Belum Tercetak, Ini Jalur yang Ditempuh agar Tetap Gratis

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dinas Kesehatan Penajam Paser Utara (PPU) mempersilahkan masyarakat yang ingin berobat di Puskesmas untuk menunjukkan KTP agar tidak membayar.

Pasalnya, sampai sekarang tercatat ada 39.152 warga yang akan menjadi Peserta Bantuan Iuran (PBI) APBD. Dari jumlah itu, sebanyak 26.759 warga, kartu BPJS Kesehatannya dalam tahap proses pencetakan.

Kepala Dinas Kesehatan PPU, Arnold Wayong, Rabu (13/2/2019) menjelaskan, jumlah jumlah warga yang telah terdata mencapai 39.152 orang dan 26.759 yang sudah didaftarkan di BPJS Kesehatan, sementara sekitar 8 ribu sampai 10 ribu akan didaftarkan awal Maret mendatang.

Tak Cuma Sopir Truk, Forum Angkot Kota Minyak Keluhkan Aksi Demo RPU di Balikpapan

Informasi Lengkap Lowongan Kerja PT KAI - Kriteria, Persyaratan hingga Tahapan Seleksi Pelamar

Di Depan Polisi, Tersangka Narkoba Musnahkan Seribu Ekstasi, 50 Poket Sabu dan 15 Pohon Ganja

Meski belum didaftarkan kata Arnold, data mereka sudah terdaftar sehingga sudah bisa menunjukkan KTP saat berobat di puskesmas.

Nantinya puskesmas akan mencocokkan berdasarkan NIK.

"Jadi warga tak perlu khawatir saat berobat di puskesmas tetap gratis dan cukup menunjukkan KTP. Karena data mereka sudah masuk, " ujarnya.

Bagaimana dengan warga yang di luar 39.152, Arnold menegaskan juga memberikan kemudahan. Warga bisa mendatangi Jamkesda untuk mendaftarkan diri, sementara untuk iuran akan ditanggung pemerintah daerah melalui dana satgas.

Bila mereka sudah terdaftar maka mereka sudah terdaftar sebagai peserta PBI APBD dan iuran akan ditanggung pemerintah daerah.

Kepala Dinkes PPU, Arnold Wayong
Kepala Dinkes PPU, Arnold Wayong (TRIBUN KALTIM/SAMIR)

Ia mengaku dengan program PBI APBD ini memang banyak dinamika yang terjadi masyarakat.

"Saya kira wajar kalau masih ada masyarakat yang kurang paham karena ini adalah dinamika, " ujarnya. (*) 

Penulis: Samir
Editor: Anjas Pratama
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved