Beriita Eksklusif

Imbas Kenaikan Tarif Kargo, Pelaku UKM Oleh-oleh di Balikpapan Sepi Pesanan dari Luar Daerah

Pelaku UKM yang tergabung dalam Koperasi UKM Semayang, misalnya mengeluhkan penurunan orderan oleh-oleh pasca meningkatnya tarif pengiriman barang

Imbas Kenaikan Tarif Kargo, Pelaku UKM Oleh-oleh di Balikpapan Sepi Pesanan dari Luar Daerah
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
Aktivitas jasa pengiriman barang di bilangan Jl MT Hariyono Kota Balikpapan, Provinsi Kaltim bernama Max Dirgantara. Usaha ini masih berlangsung normal pasca kenaikan tarif kargo pesawat. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kenaikan tarif pengiriman barang imbas kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) maskapai penerbangan secara tidak langsung berdampak pada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Balikpapan.

Pelaku UKM yang tergabung dalam Koperasi UKM Semayang, misalnya mengeluhkan penurunan orderan oleh-oleh pasca meningkatnya tarif pengiriman barang yang diberlakukan sejumlah jasa kirim ekspres.

Sekretaris Koperasi Semayang Balikpapan, Rendy Saputra mengatakan, anggota Koperasi Semayang yang terdiri dari 33 UKM di Balikpapan merasakan dampak cukup signifikan dari naiknya tarif pengiriman tersebut.

"Biasanya setiap minggu ada yang pre order (PO) atau pesenan dari sejumlah toko, baik di Samarinda maupun Balikpapan, sekarang sudah beberapa minggu tidak ada," ungkapnya. Biasanya pemesanan datang dari toko-toko modern yang menjadi mitra mereka di kota Samarinda.

Kenaikan Tarif Kargo Bebani Pengusaha, ALFI Minta Maskapai Tinjau Kembali Kenaikan SMU

Rendy menilai kebijakan peningkatan tarif kargo berpengaruh besar terhadap keberlangsungan bisnis UKM, meskipun saat ini belum menghitung seberapa besar penurunan yang mereka alami. "Memang untuk sekarang ini kami belum bisa hitung berapa besar presentase penurunannya, tapi, ya, pasti ada," ujar Rendy.

Belum lagi, selama ini biaya operasional untuk pengiriman barang dan sebagainya masih dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha di Koperasi UKM Semayang. Selain jumlah PO yang menurun, hal lain yang mulai dirasakan adalah kenaikan harga kemasan.

"Kemasan plastik sudah mulai naik juga harganya. Jika sebelumnya harganya Rp 25 ribu per pak, sekarang sudah Rp 27 ribu," sebut salah satu anggota Koperasi Semayang, sekaligus pemilik UKM Ihsanul Snack, Titi Mariani.

Harga tersebut terasa cukup signifikan, karena pihaknya membeli plastik kemasan dalam jumlah yang cukup banyak.

Tarif Kargo Udara Mahal, Pelaku Usaha Beralih Pengiriman Barang lewat Jalur Laut

Hal lain diungkapkan Culani, pemilik UKM dengan produk tape ketan. Bahan baku beras ketan yang ia pesan dari daerah di pulau Jawa ikut meroket. "Kalau ketan bisa naik 50 persen," tuturnya. "Standarnya Rp 200 ribu, sekarang jadi Rp 450 ribu per 25kg.

Ketan memang biasanya naik turun, tapi turunnya sedikit terus naiknya bisa dua kali lipat dari harga yang biasanya," tambah Culani.

Selain naiknya harga pengiriman barang, Koperasi UKM Semayang juga menyoroti diberlakukannya tarif bagasi bagi penumpang sejumlah maskapai penerbangan. Rendy menilai, dengan diterapkannya tarif bagasi konsumen jadi berpikir dua kali untuk membeli oleh-oleh dari Kaltim.

"Dari konsumen mungkin mikirnya, dia sudah belanja untuk oleh-oleh masih mikirin harga bagasi lagi, sebenarnya membuat orang jadi malas beli oleh-oleh," kata Rendy.

Besok, Gubernur Kaltim Isran Noor Dijadwalkan Lantik Bupati Kukar Definitif

Bahkan, dari toko-toko yang menjual produk-produk Koperasi Semayang sudah mengalami penurunan penjualan, seperti toko oleh-oleh yang di bandara. Namun, sekali lagi pihaknya belum bisa menyatakan jumlah penurunan secara pasti.

Menanggapi jumlah pembeli dan jumlah pemesanan yang menurun bagi pelaku UKM, Untuk sementara Koperasi belum akan menaikkan harga. (m08)

Penulis: Christine
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved