Berita Eksklusif

Kenaikan Tarif Kargo Bebani Pengusaha, ALFI Minta Maskapai Tinjau Kembali Kenaikan SMU

Kebijakan kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) dari sejumlah maskapai yang berimbas naiknya tarif kirim kargo menambah beban operasional pengusaha

Kenaikan Tarif Kargo Bebani Pengusaha, ALFI Minta Maskapai Tinjau Kembali Kenaikan SMU
TRIBUN KALTIM/ARIS JONI
Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kota Balikpapan Faisal Tola 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Kebijakan kenaikan tarif Surat Muatan Udara (SMU) dari sejumlah maskapai yang berimbas naiknya tarif kirim kargo menambah beban operasional para pelaku usaha.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kota Balikpapan Faisal Tola menyayangkan kebijakan kenaikan tarif SMU kargo dan sitem bagasi berbayar maskapai yang dinilainya membebani para penumpang.

Dijelaskan Tola, naiknya tarif kargo jelas berpengaruh kepada para pengusaha penyedia jasa ekspedisi yang sering memuat logistik. Selain itu, penerapan bagasi berbayar juga sangat membebani para penumpang, karena bagaimanapun bagasi yang ada itu adalah bagasi penumpang. "Aturan yang ada saat ini sangat membebani," ujarnya.

Faisal berharap, pihak maskapai penerbangan meninjau kembali kebijakan yang dibuatnya dengan mempertimbangkan untung rugi dan dampak positif negatifnya. "Maskapai perlu meninjau kembali kebiakan itu (kenaikan tarif). Kalau bisa dikembalikan seperti awal lagi," ungkapnya.

Akbar Tandjung dan Tuan Guru Bajang Hadiri Silaturahmi dan Konsolidasi Partai Golkar Kaltim

Sehubungan dengan adanya kenaikan tarif SMU atau biaya kargo udara rata-rata 70 persen yang diberlakukan oleh pihak maskapai penerbangan, jasa pengiriman ekpres JNE melakukan penyesuaian tarif pengiriman atau ongkos kirim.

JNE sebagai perusahaan jasa pengiriman ekspres swasta dalam negeri, dan juga salah satu penyelenggara pos di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI), sama dengan perusahaan sejenis lainnya yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) sepakat melakukan penyesuaian tarif pengiriman mulai Januari 2019.

Langkah ini sesuai dengan arahan dari DPP Asperindo melalui surat No. 122/ DPP.ASPER/XI/2018. JNE juga melakukan penyesuaian tarif secara bersama dengan lebih dari 200 perusahaan anggota Asperindo di seluruh Indonesia.

Menurut Presiden Direktur JNE, M. Feriadi kepada Tribun Kaltim pada Selasa (12/2), hal ini dilakukan agar iklim usaha antara perusahaan jasa pengiriman ekspres, pos, dan logistik tetap kondusif serta harmonis.

Bimtek Pelaporan Barang Persediaan, Sekda: Mari Dukung Kubar Pertahankan Opini WTP

"Hal ini juga merupakan komitmen JNE dalam mewujudkan prinsip yang diusung oleh seluruh perusahaan anggota Asperindo yaitu 'Bersaing Namun Tetap Bersanding,'" paparnya.

Penyesuaian tarif pengiriman JNE berlaku untuk service Regular, OKE dan YES dimulai 15 Januari 2019 lalu, pukul 00:01 WIB. Penyesuaian tarif tersebut berlaku untuk pengiriman paket dari Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi) ke seluruh tujuan dalam negeri.

Halaman
12
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved