Berita Pemprov Kalimantan Utara

Menteri ESDM Kunjungan Kerja ke Kaltara, Resmikan Program Jargas dan BBM Satu Harga

Didampingi Gubernur Kaaltara Dr H Irianto Lambrie, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI Ignasius Jonan melakukan serangkaian kunjungan kerja

Menteri ESDM Kunjungan Kerja ke Kaltara, Resmikan Program Jargas dan BBM Satu Harga
tribunkaltim.co/muhammad arfan
Menteri ESDM Ignasius Jonan mengikuti prosesi tepung tawar di bandara Tanjung Harapan, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan Provinsi Kaltara, Jumat (15/2/2019). 

 TANJUNG SELOR - Didampingi Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Ignasius Jonan melakukan serangkaian kunjungan kerja di Kaltara pada Jumat (15/02).

Menteri Jonan meninjau perusahaan PT Megah Energi Katulistiwa (MEK) di tambang batu bara PT PKN di Desa Apung, Tanjung Selor.

MENTERI Jonan tiba di Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor sekira pukul 09.45 Wita, menumpang pesawat private jet jenis Gulfstream 550. Turut mendampingi dari Jakarta, Dirjen Minerba Bambang Gatot, Direktur Pembinaan Gatrik Indra Iswahyudi, Dirut Pertamina Nicke Widyawati, CEO PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) Lim Gunawan Haryanto, serta Managing Director Harry Tanoto.

Kedatangan Menteri Jonan disambut upacara adat. Didampingi Gubernur, Menteri ESDM dan rombongan meninjau perusahaan PT Megah Energi Katulistiwa (MEK) di lokasi tambang batu bara PT PKN di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor. PT MEK merupakan anak usaha dari PT Energi Nusa Mandiri (ENM). Menteri Jonan ingin melihat secara langsung perkembangan konstruksi pabrik pengolahan semikokas yang merupakan salah satu investasi besar di Kaltara.

Tersandung Kasus Pelecehan Seksual, Persija Jakarta Cari Alternatif Pengganti Marko Simic

Dalam kesempatan itu, melalui perwakilan perusahaan, dipaparkan rencana pembangunan technopark to facilitate coal-base atau kawasan industri berbasis tambang batu bara. Di lokasi itu akan dibangun beberapa pabrik hilirisasi tambang melalui beberapa anak usahanya. Seperti PLTU oleh PT SAS, semikokas, coke gas untuk pembangkit listrik, dan tar/MFO yang didapatkan dalam 1 siklus proses produksi, oleh PT MEK, juga pabrik coal upgrading oleh PT ZCG.

Khusus untuk pabrik semi kokas oleh PT MEK, secara khusus dibeberkan, oleh Direkturnya, Rayendra Pradipta, MEK merupakan industri pionir yang menghasilkan 3 produk sekaligus. Yaitu semikokas, coke gas untuk pembangkit listrik, dan tar/MFO.

Dengan teknologi Vertical Retort Carbonizer, MEK mampu menghasilkan 600.000 ton semikokas per tahun dengan bahan baku berjumlah 1.000.000 ton batu bara, serta hasil samping berupa tar sebanyak 50.000 ton per tahun dan coke gas yang dapat digunakan sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Gas sebesar 30 MW. "Semikokas sendiri adalah batubara yang telah diolah yang digunakan pada industri pembuatan nikel, baja dan besi," jelasnya.

Hasil Akhir Borneo FC vs PSS Sleman - Gol Titik Putih Bawa Pesut Etam Menang Tipis

Selain merupakan industri pionir dan baru, kehadiran PT MEK yang ditargetkan mulai produksi Juli 2019 mendatang, disebut juga dapat memberikan dampak di berbagai aspek. Seperti penyerapan tenaga kerja, multiplier effect bagi masyarakat sekitar, pembangunan infrastruktur, serta transfer pengetahuan dan teknologi.

Gubernur Irianto Lambrie menyampaikan, Pemprov Kaltara mendukung pembangunan pabrik hilirisasi tambang yang dilakukan oleh PT ENM melalui beberapa anak usahanya di Kaltara.

"Kami juga mengapresiasi kepada perusahaan yang bersedia berinvestasi di Kaltara ini. Di samping berdampak pada pertumbuhan ekonomi, dengan penyerapan tenaga kerja, dari listrik yang dihasilkan juga sangat bermanfaat untuk masyarakat. Termasuk pada investasi," ujar Irianto.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Sumarsono
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved