Tiket Pesawat Mahal dan Ada Bagasi Berbayar, Okupansi Hotel di Kaltim Masih Stabil

Perhotelan di Provinsi Kalimantan Timur belum terkena imbas fatal akibat dari tingginya harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar.

Tiket Pesawat Mahal dan Ada Bagasi Berbayar, Okupansi Hotel di Kaltim Masih Stabil
Tribunkaltim/BudiSusilo
Kondisi bangunan kokoh bekas Hotel Hakaya Balikpapan dibilangan Jl Marsma Iswahyudi, Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (13/1/2019) siang. Kini hotel dekat bandara ini sudah tutup. 

Laporan Tribunkaltim.co, Rafan A Dwinanto

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar oleh beberapa maskapai penerbangan dikeluhkan pelaku industri jasa perhotelan di Provinsi Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesian atau PHRI Kaltim, Zulkifli, kepada Tribunkaltim.co pada Jumat (15/2/2019) sore.

Ia menjelaskan, dua persoalan nasional ini belum berpengaruh banyak pada tingkat hunian hotel di Provinsi Kalimantan Timur.

Berikut Berlakunya Promo PLN Berdiskon Rp 1.300 Per Kilowatt Hour dari Tarif Normal

Mau Belanja Atau Nongkrong di Mall, Berikut Lokasi Mall di Kota Balikpapan

Demi Keselamatan Pelayaran, Alur Laut Selat Sunda dan Selat Lombok Dipisahkan

Berbeda halnya dengan di Jawa, terutama di daerah yang menjadi tujuan wisata, peningkatan harga tiket pesawat plus bagasi berbayar, membuat penurunan tingkat hunian hotel.

Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesian (PHRI) Kaltim angkat bicara. Setiap awal tahun, aktivitas di perhotelan masih jarang.

Pasalnya, sebagian besar aktivitas di hotel-hotel Provinsi Kalimantan Timur berasal dari kegiatan pemerintah.

"Awal tahun memang biasa stagnan. Karena pemerintah itu biasanya berkegiatan mulai Maret sampai April," kata Zulkifli.

Midtown Hotel Samarinda di jalan Hasan Basri Samarinda.
Midtown Hotel Samarinda di jalan Hasan Basri Samarinda. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HP)

Sehingga, kata Zulkifli, pihaknya belum bisa memastikan seberapa besar pengaruh penurunan tingkat hunian, akibat mahalnya tiket pesawat dan bagasi berbayar.

"Sekarang, tingkat hunian masih stabil saja. Artinya, masih stagnan karena awal tahun. Tapi, untuk hotel di Jawa sudah sangat berpengaruh akibat penerapan tiket pesawat dan bagasi berbayar," ujar Zulkifli.

Halaman
12
Penulis: Rafan Dwinanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved