TNI di Perbatasan RI-Malaysia Dapatkan Kayu Olahan Illegal Tak Bertuan

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) beserta Polhut Kementerian Kehutanan Provinsi Kaltara berhasil amankan kayu illegal logging

TNI di Perbatasan RI-Malaysia Dapatkan Kayu Olahan Illegal Tak Bertuan
HO/Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN)
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) beserta Polhut Kementrian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengamankan kayu olahan illegal di hutan lindung desa Binusan, Kabupaten Nunukan. 

Laporan wartawan tribunkaltim.co, Christoper D

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) beserta Polhut Kementerian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengamankan kayu olahan ilegal di hutan lindung Desa Binusan, Kabupaten Nunukan.

Terungkapnya aktivitas pembalakan liar atau yang kerap disebut illegal logging itu sendiri bermula dari patroli rutin yang dilakukan oleh TNI serta Polhut, sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat dan intelijen Satgas bahwa masih marak kegiatan illegal logging di kawasan tersebut.

Saat tim patroli gabungan melakukan penyisiran, ditemukan adanya tumpukan kayu tak bertuan, yang diduga kuat kayu tersebut merupakan hasil aktivitas pembalakan liar.

Lelang Truk Hasil Illegal Logging Tidak Diminati, Ini Penyebabnya

Illegal Logging Kembali Marak, 10 Kubik Kayu Bodong Disita Aparat

 "Patroli ini merupakan kegiatan rutin yang sudah dilakukan oleh anggota Satgas Pamtas bekerjasama dengan Tim Polhut untuk menekan dan meminimalisir banyaknya kegiatan illegal logging yang sering terjadi di hutan lindung," ucap Wadansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonif Raider 613/Rja, Kapten Inf Fadliansyah, melalui siaran pers yang diterima TRIBUNKALTIM.CO dari Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN), Sabtu (16/2/2019).

Sementara itu, kayu olahan hasil pembalakan liar yang berhasil disita sebanyak 7 kubik berjenis kayu bengkirai berbagai ukuran. Guna proses penanganan lebih lanjut, barang bukti yang ada dibawa dan diserahkan kepada pihak Polhut Kementerian Kehutanan Provinsi Kaltara.

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) beserta Polhut Kementrian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengamankan kayu olahan illegal di hutan lindung desa Binusan, Kabupaten Nunukan.
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) beserta Polhut Kementrian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengamankan kayu olahan illegal di hutan lindung desa Binusan, Kabupaten Nunukan. (HO/Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN))

 "Untuk penyelidikan dan penangangan lebih lanjut, kita serahkan ke Polhut. Sedangkan anggota Satgas tetap akan melakukan pemantauan di titik-titik yang kerap terjadi aktivitas penebangan pohon secara ilegal," ujarnya.

"Patroli secara rutin tetap kita lakukan, selain untuk mengecek patok perbatasan, sekaligus untuk mencegah tindakan melawan hukum lainnya," katanya.

Pihaknya berharap, guna turut serta menjaga kelestarian lingkungan, masyarakat diminta untuk menahan diri agar tidak melakukan penebangan pohon di kawasan hutan lindung, maupun tanaman, serta pohon-pohon yang dilindungi.

TNI Kejar Pelaku Illegal Logging ke Hutan Lindung Pulau Nunukan, Truk dan Kerbau Disita

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) beserta Polhut Kementrian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengamankan kayu olahan illegal di hutan lindung desa Binusan, Kabupaten Nunukan.
Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif Raider 613/Raja Alam (Rja) beserta Polhut Kementrian Kehutanan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil mengamankan kayu olahan illegal di hutan lindung desa Binusan, Kabupaten Nunukan. (HO/Penerangan Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN))
Halaman
123
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Trinilo Umardini
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved