Ini Dia Manfaat Pijat Bagi Kesehatan Jiwa, Tak Hanya Atasi Pegal Linu Saja

Manfaat pijat untuk kesehatan fisik sudah tidak diragukan lagi.Selain meredakan pegal linu ternyata juga bisa mengatasi depresi

Ini Dia Manfaat Pijat Bagi Kesehatan Jiwa, Tak Hanya Atasi Pegal Linu Saja
Step To Health
Pijat ternyata bukan hanya menghilangkan pegal-pegal tetapi juga bisa membantu mengatasi malasah depresi 

TRIBUNKALTIM.CO - SAAT tubuh terasa lelah, salah satu cara yang biasa dilakukan orang Indonesia adalah dengan pijat. Manfaat pijat untuk kesehatan fisik sudah tidak diragukan lagi.

Anda tentu sudah merasakan sendiri manfaatnya bahwa setelah pijat, tubuh yang pegal linu langsung terasa enak dan sembuh. Namun, tahukah Anda bahwa pijat juga menyimpan segudang manfaat lain, terutama bagi kesehatan jiwa? Apa saja itu? Yuk, cari tahu dalam ulasan berikut ini.

Manfaat pijat untuk menjaga kesehatan jiwa
Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa manfaat pijat tidak hanya sebatas untuk kesehatan tubuh saja, tapi juga untuk kesehatan jiwa. Terapi pijat terbukti dapat memperbaiki suasana hati yang kacau dan mengatasi berbagai gangguan jiwa.

Supaya lebih jelas, berikut ini berbagai manfaat pijat untuk mengendalikan emosi dan kejiwaan.

1. Meredakan cemas berlebihan

Manfaat pijat untuk meredakan kecemasan telah dibuktikan melalui studi yang dimuat dalam Psychological Bulletin tahun 2004 silam.

Selain menurunkan tekanan darah, terapi pijat juga sangat bermanfaat untuk mengurangi gejala cemas berlebihan. Khususnya pada orang dengan gangguan kecemasan umum (GAD).

Orang dengan GAD biasanya gampang kecapekan, kelelahan, bahkan sering sakit perut akibat pikirannya sendiri. Namun setelah dipijat, pikirannya ternyata berubah jadi jauh lebih tenang. Bahkan, para ahli mengungkapkan bahwa manfaat pijat ini sama besarnya dengan psikoterapi, lho.

2. Mengatasi depresi

Bagi Anda yang merasakan gejala depresi, tidak ada salahnya untuk mencoba terapi pijat. Dilansir dari Journal of Clinical Psychiatry tahun 2010, pijat diyakini ampuh menurunkan hormon kortisol (hormon stres) dalam tubuh, sehingga gejala kecemasan dan depresi dapat berkurang.

Halaman
12
Editor: Rita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved