Disperindag Malinau Dapat Rp 1,5 Miliar untuk Pengadaan Alat Tera

Kita baru memiliki satu operator tera. Kita juga sudah mengajukan penambahan tenaga. Minimal, kita memiliki 4 tenaga tera

Disperindag Malinau Dapat Rp 1,5 Miliar untuk Pengadaan Alat Tera
TRIBUN KALTIM/SAMIR
Ilustrasi: PT Pertamina dan Diskukmperindag saat melakukan tera ulang di SPBU 

TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Meskipun masih dibayangi defisit keuangan Pemkab Malinau, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Malinau tetap mendapatkan kegiatan. Tahun 2019 ini, Disperindag mendapatkan bantuan senilai Rp 1,5 miliar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk pengadaan alat tera dan kendaraan pengangkutnya.

Kepala Disperindag Malinau, Emang Mering mengungkapkan, pihaknya sangat bersyukur dengan adanya bantuan pengadaan alat tera berikut kendaraan tersebut. Sebab, sesuai dengan aturan yang berlaku, kewenangan untuk melaksanakan tera telah diserahkan kepada kabupaten maupun kota di seluruh Indonesia.

"Sesuai dengan aturan tersebut, kita mesti memiliki alat tera sendiri. Alat ini berfungsi untuk memastikan alat ukur, timbangan dan takaran sesuai dengan standart yang ditetapkan. Kepastian tersebut akan tercapai, saat seluruh alat tersebut ditera ulang. Pelaksanaan tera inipun akan dilakukan setahun sekali terhadap alat-alat tersebut," ujarnya.

Menjalankan fungsi Disperindag melaksanakan tera, Emang menyebutkan, seharusnya Pemkab Malinau memiliki Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) tersendiri untuk menjalankan tera. Kemudian, UPTD juga memiliki gedung terpisah dengan kedinasan agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) tidak bercampur dengan persoalan kedinasan lainnya.

"Tera ini kan memiliki alat-alat khusus yang memang harus ditempatkan pada ruangan khusus pula. Kedepannya, kita merencanakan hal tersebut dapat dilakukan. Kita akan bentuk UPTD sekaligus memberikan tempat khusus. Akan tetapi, karena keterbatasan saat ini mau tidak mau, suka tidak suka ya kita harus gabungkan semuanya di satu tempat," paparnya.

Apakah telah ada sumber daya manusia (SDM) yang melaksanakan tera, Emang mengungkapkan, saat ini Diperindag baru memiliki satu teknisi tera. Pihaknya akan mengupayakan penambahan teknisi tera. Emang menyatakan telah mengajukan permintaan pegawai untuk mengisi posisi tersebut.

"Kita baru memiliki satu teknisi atau operator tera. Kita juga sudah mengajukan penambahan tenaga. Minimal, kita memiliki 4 orang tenaga tera untuk menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Tentu saja, kalau satu tidaklah cukup. Permintaan penambahan tenaga itu, kita sampaikan kepada Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Malinau," tuturnya.

Untuk menjadi tenaga tera, Emang mengatakan, calon pengisi posisi itu harus memiliki kualifikasi pendidikan tertentu, yakni lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Selanjutnya, calon tenaga tera akan diberikan pelatihan dan pendidikan untuk memahami tugas-tugasnya kedepan.

"Bisa juga kalau dia Diploma. Tapi, jurusan yang diambilnya bidang IPA. Sebab, untuk menjadi tenaga tera ini diperlukan keterampilan dan pengetahuan khusus pada bidang tersebut. Jadi, kalau di luar jurusan tersebut tidak bisa. Setelah ditetapkan menjadi tenaga tera, maka mereka akan diberikan pendidikan dan pelatihan tera," pungkasnya.

"Kita juga telah mengajukan permohonan kepada Kementerian terkait untuk memberikan pendidikan dan pelatihan kepada calon tenaga tera itu. Dan biasanya kementerian akan melaksanakan kegiatan tera dengan mengundang seluruh kabupaten kota untuk mengirimkan tenaga teranya," lanjutnya. (*)

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved