Darurat Narkoba

Kaltim Peringkat 5 Provinsi Paling Rawan, Kepala BNN Beri Contoh Cara Berantas Narkoba di Bali

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Heru Winarko bahkan menyoroti adanya tujuh kampung narkoba di Provinsi Kaltim.

Kaltim Peringkat 5 Provinsi Paling Rawan, Kepala BNN Beri Contoh Cara Berantas Narkoba di Bali
Dok/TRIBUN KALTIM / NEVERIANTO HP
Kawasan di jalan Kesejahteraan I, Gang Pulau Indah menjadi salah satu kawasan yang terindikasi sebagai kampung narkoba. Pada Rabu (30/1/2019) lalu, BNNK Samarinda bersama Detasemen B Pelopor Brimob Polda Kaltim melakukan penggerebekan di kawasan tersebut. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Provinsi Kaltim menempati peringkat kelima provinsi rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Badan Narkotika Nasional (BNN) bahkan menyoroti adanya 7 Kampung Narkoba meliputi Kampung Pelita, Sungai Dama, Lambung Mangkurat, Jl Pesut, Selili, Kampung Baru Ulu, dan Kampung Baru Pelabuhan.

Meski berkali-kali dirazia, kampung narkoba di Kota Samarinda, Provinsi Kaltim justru masih eksis.

BACA JUGA:

Ada Istilah Kampung dan Pasar Narkoba di Samarinda, Begini Pandangan MUI

Disebut Kampung dan Pasar Narkoba, BNNK Samarinda Ungkap Fakta di Balik Peredaran Barang Haram Ini

Ini Tujuh Kawasan Sarang Narkoba di Kaltim yang Disebut Kepala BNN, Lima Kampung ada di Samarinda

KAMPUNG NARKOBA - BNN Provinsi Kalimantan Timur dan BNN wilayah Kota Samarinda melakukan penggrebekan disalah satu kampung narkoba di Samarinda, dari jalan Gatot Subroto hingga jalan Lambung Mangkurat, Sabtu (16/2/2019) sore.
KAMPUNG NARKOBA - BNN Provinsi Kalimantan Timur dan BNN wilayah Kota Samarinda melakukan penggrebekan disalah satu kampung narkoba di Samarinda, dari jalan Gatot Subroto hingga jalan Lambung Mangkurat, Sabtu (16/2/2019) sore. (TRIBUNKALTIM/CHRISTOPER D)

Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Kaltim, AKBP Halomoan Tampubolon mengakui pihaknya mengalami kendala dalam memberantas peredaran di kampung narkoba.

Salah satu kendala yaitu jumlah personel pemberantasan yang tak sebanding dengan cakupan wilayah.

"Karena faktor geografis yang begitu luas, semua sarana dimungkinkan dan kekuatan personel terkendala. Personel BNP Kaltim cuma 70 orang. Untuk pengawasan hanya 20 orang saja untuk membackup 10 Kabupaten / Kota, termasuk Samarinda," kata Tampubolon di Lamin Etam, Jl Gajah Mada Samarinda Kalimantan Timur, Kamis (21/2/2019).

Halaman
123
Penulis: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved