Berita Video

VIDEO - Sidang Dugaan Penggelapan Umroh PT ATM Ditunda

"Dasar penipu. Kembalikan uang kami," sorak korban PT ATM saking geramnya lantaran batal berangkat ke tanah suci.

VIDEO - Sidang Dugaan Penggelapan Umroh PT ATM Ditunda
Tribunkaltim/Fachmi Rachman
Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan umrah PT Arafah Tamasya Mulya (ATM), Hamzah memakai kopiah putih, memasuki gedung Pengadilan Negeri Balikpapan pada Rabu (27/2/2019) siang. 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramdhani

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Terdakwa kasus penipuan dan penggelapan umrah PT Arafah Tamasya Mulya (ATM), Hamzah disoraki para korban jemaah yang gagal ke tanah suci, usai keluar dari ruang sidang Pengadilan Negeri Balikpapan.

"Dasar penipu. Kembalikan uang kami," sorak korban PT Arafah Tamasya Mulya (ATM) saking geramnya lantaran batal berangkat ke tanah suci.

Rencananya Rabu (27/2/2019), Pengadilan Negeri Balikpapan menggelar sidang dengan acara mendengar keterangan saksi.

Kota Samarinda Punya Tiga Stadion Sepak Bola, Ini Dia Lokasi dan Sejarahnya

Terpidana Korupsi Beras Basah Kembalikan Kerugian Negara Rp 370 juta, Kasasi 7 Terdakwa Ditolak MA

Layape Dihukum Seumur Hidup, Istri Korban Pembunahan Caleg Berniat Banding

Namun sidang tersebut urung dilakukan, lantaran majelis hakim tak lengkap. Sehingga membuat sidang ditunda hingga 13 Mare mendatang.

"Hamzah ditunda karena hakim gak lengkap. Dua minggu terhitung dari hari ini," kata Kuasa Hukum mantan Dirut PT Arafah Tamasya Mulya (ATM) Yohanis Maroko.

Untuk agenda tetap mendegarkan keterangan saksi yang dihadirkan JPU. "Rencana ada 3 saksi dari JPU. Dakwaan mereka, pasal 374, 372 dan 378 tentang penipuan dan penggelapan," ungkapnya.

Jemaah travel umroh ATM mengadu dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemkot Balikpapan-Universitas Airlangga di Hotel Tjokro Balikpapan pada Senin (9/7/2018) pagi.
Jemaah travel umroh ATM mengadu dalam Focus Group Discussion (FGD) Pemkot Balikpapan-Universitas Airlangga di Hotel Tjokro Balikpapan pada Senin (9/7/2018) pagi. (Tribunkatlim.co/Budi Susilo)

Sementara pendamping hukum korban PT Arafah Tamasya Mulya (ATM) Rio Ridhayon Demo yang turut hadir dalam persidangan, mengaku kecewa dengan tuntutan JPU.

Lantaran pasal dakwaan hanya kepada unsur penipuan dan penggelapan.

Mestinya juga tertera dakwaan tentang tindak pidana pencucian uang oleh terdakwa.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Arif Fadilah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved